Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Kirimkan Rusia Usulan Baru Kesepakatan Laut Hitam

📅 Jumat, 01 Sep 2023, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Kirimkan Rusia Usulan Baru Kesepakatan Laut Hitam Doc: ANTARA/Xinhua/Mark Garten
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato pada KTT Ambisi Iklim di markas besar PBB, New York, Sabtu (12/12/2020).

WASHINGTON - Ketua Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis mengatakan telah mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Rusia Lavrov yang menyampaikan "serangkaian usulan konkrit" untuk menciptakan kondisi bagi pembaruan inisiatif biji-bijian Laut Hitam.

"Kami memiliki beberapa solusi konkrit atas keprihatinan yang memungkinkan adanya akses efektif atau lebih efektif terhadap pangan dan pupuk Rusia ke pasar global dengan harga yang memadai," kata Guterres kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor pusat PBB di New York.

"Kami yakin inisiatif Laut Hitam telah memberikan kontribusi yang sangat penting untuk membuat pasar pangan lebih memadai dalam mencapai tujuan kita dalam ketahanan pangan," kata dia, seraya menambahkan kesepakatan itu menurunkan harga dan menciptakan kondisi untuk akses ke pasar global di banyak negara.

"Kami percaya sangatlah penting memperbarui perjanjian ini. Dan di saat yang sama, kami memperhatikan permintaan Rusia, dan saya yakin kami memberikan usulan yang dapat menjadi dasar pembaruan perjanjian ini," ujar Guterres.

Namun Guterres menekankan pembaruan tersebut "harus stabil"

"Kami tidak bisa membuat inisiatif Laut Hitam yang berpindah dari krisis ke krisis, dari penundaan ke penundaan. Kami memerlukan sesuatu yang berhasil dan memiliki manfaat bagi semua orang," lanjut dia.

Sebelumnya, Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengadakan pembicaraan di Moskow dimana Fidan mengatakan usulan baru dapat memperbarui kesepakatan itu.

Turki terus melanjutkan upayanya untuk memperbarui perjanjian itu dan mengatakan tidak ada alternatif lain.

Pada 17 Juli, Rusia menghentikan partisipasinya dalam perjanjian itu, yang ditengahi Turki dan PBB, untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina yang terhenti setelah perang pecah pada Februari 2022.

Moskow telah berulangkali mengeluhkan bahwa Barat belum memenuhi kewajibannya terkait ekspor gandum Rusia. Dikatakan bahwa pembatasan pembayaran, logistik, dan asuransi telah menjadi penghalang pengirimannya.

Di saat yang sama, Guterres ditanya mengenai Majelis Umum mendatang dan kemungkinan perdamaian di Ukraina, dimana ia menjawab "Harapan tidak pernah berakhir".

"Namun, tentu saja saya berbohong jika mengatakan saya yakin kami telah melihat perdamaian di Ukraina dalam waktu dekat. Saya pikir kita belum sampai kesana,"
ucapnya.

"Oleh karena itu sangat penting untuk mengambil langkah mengurangi dampak negatif yang dramatis dari perang ini."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.