Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK Tekankan Tiga Hal untuk Perkuat Budaya Toleransi

📅 Rabu, 30 Agu 2023, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko PMK Tekankan Tiga Hal untuk Perkuat Budaya Toleransi Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (kedua kiri) dalam konferensi pers di acara Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) 2023 di Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menekankan tiga hal penting untuk memperkuat budaya toleransi demi menjaga kebhinekaan masyarakat.

"Pertama, penghormatan terhadap perbedaan akan menjadi modalitas persatuan kokoh, tangguh, dan bermartabat, untuk berkarya secara inovatif dan produktif," katanya saat membuka acara Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) 2023 di Jakarta, Selasa.

Budaya toleransi yang kuat, kata Menko Muhadjir, menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Kebhinekaan, sambungnya, merupakan salah satu DNA Indonesia yang menjadi dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Budaya toleransi akan kebhinekaan menjadi modal kuat yang membawa Indonesia menjadi lebih maju," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, budaya toleransi harus dibangun atas kerja sama pemerintah dan semua elemen masyarakat.

Berbagai inisiatif, sambungnya, baik yang berasal dari kebijakan pemerintah maupun swadaya masyarakat harus saling melengkapi dan menguatkan posisi Indonesia sebagai negara yang damai dan toleran.

"Tokoh-tokoh agama, akademisi, media, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), memainkan peran masing-masing untuk memajukan budaya toleransi ini," ujarnya.

Ketiga, kata Menko Muhadjir, semua negara perlu bekerja sama secara konstruktif untuk dapat membangun budaya toleransi.

Berbagai inisiatif dan praktek terbaik, kata dia, perlu disebarluaskansehingga dapat menjadi sumbangsih Indonesia dalam menguatkan budaya toleransi di tingkat internasional.

"Saya juga meyakini di tingkatinternasional banyak inisiatif dan praktik baik lainnya yang bisa diambil hikmahnya dan dipelajari," tutur Menko Muhadjir.

Oleh karena ituMenko PMK Muhadjir Effendy berharap seluruh peserta yang hadir dalam acara JPD 2023 dapat saling belajar, mengabarkan, dan menyebarluaskan inisiatif dan praktik terbaik yang sudah dilakukannya masing-masing, serta dapat bekerja sama dengan berbagai negara di berbagai kawasan untuk memajukan toleransi dan moderasi beragama secara global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.