“Stunting' Mengancam Bonus Demografi

Selasa, 29 Agu 2023, 00:02 WIB

JAKARTA - Stunting atau kondisi gagal tumbuh karena kurang asupan gizi berpotensi mengancam bonus demografi yang diharapkan sebagai modal Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Sri Sumarmi, mengatakan untuk menjadi negara maju harus mendapat dukungan dari manusia yang cerdas, sehat, dan berkualitas. Sebab itu, pencegahan stunting sejak dini sangat diperlukan, terutama cara penanganan yang tepat.

Ket. Foto: SRI SUMARMI Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga - Stunting ini perlu diatasi karena citacita bangsa kita ingin menjadikan generasi ke depan itu baik. Bonus demografi tidak boleh sebatas kuantitas semata, melainkan kualitas masyarakatnya. — Sumber: ISTIMEWA

"Stunting ini perlu diatasi karena cita-cita bangsa kita ingin menjadikan generasi ke depan itu baik. Bonus demografi (penduduk usia produktif-red) tidak boleh sebatas kuantitas semata, melainkan kualitas masyarakatnya. Peran orang tua sebagai garda terdepan pemberantasan stunting perlu diperkuat, terutama untuk menyediakan asupan gizi yang cukup bagi masa pertumbuhan karena kalau asupan makanan kurang, pembentukan sel-sel, otot, tulang, juga termasuk sel otak jadi tidak optimal," kata Sri.

Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Tavip Agus Rayanto, memaparkan berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), terdapat enam provinsi yang mengalami kenaikan prevalensi stunting pada 2022. Enam provinsi itu yakni Sulawesi Barat dengan prevalensi stunting pada 2022 mencapai 35 persen atau naik dari 2021 di angka 33,8 persen. Kedua, Papua yang melonjak cukup tinggi dari sebelumnya 29,5 persen menjadi 34,6 persen pada 2022.

Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat 32,7 persen, dari sebelumnya 31,4 persen. Kemudian, Papua Barat dari 26,2 persen menjadi 30 persen, Sumatera Barat juga naik dari 23,3 persen menjadi 25,2 persen, dan Kalimantan Timur dari 22,8 persen menjadi 23,9 persen pada 2022. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri masih tercatat sebagai yang tertinggi yakni 35,3 persen meskipun sedikit menurun dari sebelumnya, yakni 37,8 persen. Secara nasional, prevalensi stunting pada 2022 tercatat 21,6 persen.

Upaya Nyata

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, menyatakan sebagai upaya nyata mencegah stunting sesuai target pemerintah menjadi 14 persen pada 2024 maka pihaknya menginisiasi program pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem dalam bentuk penghimpunan donasi melalui produk iB Goal Savers dan Giro iB. Donasi yang dihimpun itu akan disalurkan melalui program bekerja sama dengan lembaga mitra terpercaya.

"Donasi akan disalurkan lembaga mitra terutama ke 14 provinsi yang memiliki proporsi balita stunting tertinggi dan di atas angka nasional," kata Pandji saat soft launching program pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem di Jakarta, Senin (25/8).

Dalam kesempatan terpisah, pengamat pangan lokal Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta, Saptarining Wulan, meminta pemerintah untuk lebih akseleratif menurunkan angka stunting.

"Tingginya angka stunting karena ibu hamil kerap mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah melalui proses kimiawi sehingga berdampak pada bayinya, padahal masih bisa diganti sama pangan lokal," kata Wulan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.