Enam Provinsi Alami Kenaikan Prevalensi 'Stunting' di Tahun 2022

Minggu, 27 Agu 2023, 22:52 WIB

Jakarta - Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tavip Agus Rayanto memaparkan ada enam provinsi yang mengalami kenaikan prevalensi stunting di tahun 2022. Kenaikan tersebut dilihat berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI).

"Ada enam provinsi yang mengalami kenaikan prevalensi stunting, yaitu Sulawesi Barat, Papua, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat, Sumatera Barat dan Kalimantan Timur," kata Tavip dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Sekretaris Utama BKKBN, Tavip Agus Rayanto. — Sumber: ANTARA/Fransiskus Salu Weking

Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting Sulawesi Barat tahun 2022 yani 35 persen, sedangkan pada 2021 sebesar 33,8 persen. Kemudian, Papua melonjak cukup tinggi pada 2022 sebesar 34,6 persen, sebelumnya 29,5 persen pada 2021.

Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat 32,7 persen (2022), sebelumnya 31,4 persen (2021). Papua Barat di tahun 2022 30 persen, sebelumnya di 2021 sebesar 26,2 persen. Sumatera Barat, 2022 sebesar 25,2 persen, sebelumnya di 2021 sebesar 23,3 persen. Sedangkan Kalimantan Timur, 23,9 persen (2022), sebelumnya 22,8 persen (2021).

Tavip juga menyampaikan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi secara nasional di tahun 2022, yakni 35,3 persen, meskipun angka ini menurun dari sebelumnya, yakni 37,8 persen di tahun 2021.

Kabar baiknya, Provinsi Bali berhasil menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia dengan prevalensi stunting terendah dan sudah melampaui target nasional, yakni 8 persen di tahun 2022, menurun dari tahun sebelumnya (2021) sebesar 10,9 persen.

Data ini disampaikan pada acara "WorkshopSatuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas PPS)" bagi asisten teknis Kabupaten/Kota, yang diselenggarakan di Bekasi pada Kamis (24/08).

Tavip berharap, melalui kegiatan ini dapat mempercepat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, terutama di 12 provinsi yang bisa mendongkrak turunnya angka stunting nasional.

"Dengan adanyaworkshopini, satgas stunting di kabupaten/kota juga bisa lebih update isu terkini, termasuk merespons program terkini seperti Survei Kesehatan Indonesia," ujar dia.

Ia juga mengatakan, bersama para fasilitator, peserta bisa lebih mendiskusikan bersama aksi nyata yang bisa dilakukan dalam rangka menyikapi kondisi stunting di daerahnya masing-masing.

Workshopsatgas stunting ini diikuti 95 peserta asisten teknis Kabupaten/Kota dari empat provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, dan NTT.

"Kami menaruh harapan banyak kepada asisten teknis yang merupakan mitra BKKBN untuk dapat membantu kami dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting dalam upaya berjalannya konvergensi, pendampingan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan mewujudkan satu data," tutur Tavip.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.