Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Netralitas, Undip Larang Penggunaan Nama Institusi untuk Dukung Capres

📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Netralitas, Undip Larang Penggunaan Nama Institusi untuk Dukung Capres Doc: ANTARA/HO-Dok Undip
Ket. Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Yos Johan Utama.

Semarang - Perkuat netralitas, Universitas Diponegoro Semarang melarang penggunaan nama institusi perguruan tinggi tersebut dalam upaya pemberian dukungan kepada calon presiden atau partai politik manapun.

"Kami menyatakan bahwa Universitas Diponegoro (Undip) adalah lembaga pendidikan yang bersifat netral yang tidak mendukung salah satu calon tertentu," kata Rektor Undip Yos Johan Utama, dalam pernyataannya di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi adanya pemberitaan mengenai alumni Undip yang mendukung salah satu capres menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Sebagai perguruan tinggi, kata dia, Undip fokus pada tri dharma perguruan tinggi yang bersih dari pengaruh partai atau politik praktis lainnya.

"Untuk pilihan calon presiden adalah pilihan individu yang bersifat rahasia sehingga pilihan adalah pilihan pribadi atau individu, bukan atas nama lembaga atau institusi," katanya.

Karena sejatinya, kata dia, Undip adalah kampus yang menjunjung tinggi nilai Pancasila yang mengutamakan netralitas, serta sebagai kampus yang bersih dari pengaruh politik praktis.

"Undip melarang pihak manapun menggunakan nama institusi Universitas Diponegoro dalam upaya memberikan dukungan kepada calon presiden dan atau partai politik manapun," demikian Yos.

Sebelumnya, Repro Mandiri 08 wilayah Jawa Tengah, relawan Prabowo Subianto yang mendukung mantan Danjen Kopassus itu untuk maju pada kontestasi Pilpres 2024 dideklarasikan di Semarang, Rabu (23/8) lalu.

Ketua Umum Repro Mandiri 08 Rahman Fajriyansah, di Semarang, Rabu, menyampaikan bahwa Gibran menjadi pilihan terbaik untuk mendampingi Prabowo yang maju sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang.

Repro Mandiri 08, disebutnya, diinisiasi oleh alumni Universitas Diponegoro Semarang yang berlatar belakang kalangan profesional yang bertujuan memenangkan Prabowo sebagai presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.