PBB Mengutuk Serangan 'Keji' Rusia di Kota Bersejarah Ukraina

Minggu, 20 Agu 2023, 10:12 WIB

CHERNIHIV - Serangan misil Rusia ke kota Chernihiv, Ukraina utara menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 100 orang pada Sabtu (19/8). PBB mengecam serangan itu sebagai serangan "keji".

Pemogokan terjadi saat liburan umat Ortodoks, karena beberapa orang menghadiri kebaktian pagi di kota.

Ket. Foto: Kota Chernihiv sebagian besar terhindar dari serangan besar sejak bulan-bulan pertama invasi Rusia. — Sumber: AFP/Anatolii Stepanov

"Sungguh keji menyerang alun-alun utama kota besar, di pagi hari, sementara orang-orang berjalan-jalan, beberapa pergi ke gereja untuk merayakan hari keagamaan bagi banyak orang Ukraina," kata Denise Brown, koordinator kemanusiaan PBB untuk Ukraina.

"Saya mengutuk pola berulang serangan Rusia di daerah berpenduduk Ukraina ... Serangan yang ditujukan terhadap warga sipil atau objek sipil dilarang keras di bawah hukum humaniter internasional," tambahnya.

Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, organisasi kebudayaan PBB, mengatakan "terkejut" dengan serangan itu dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Teater sebagian hancur dan bangunan budaya dan pendidikan lainnya rusak. Semua perhatian saya untuk para korban," tulisnya.

Kementerian Kebudayaan Ukraina mengatakan Chernihiv, sebuah kota dengan sejarah seribu tahun, dinominasikan ke Daftar dalam Warisan Dunia UNESCO.

Kota itu, 150 km di utara Kiev menuju Belarusia, sampai sekarang terhindar dari serangan besar sejak bulan-bulan pertama invasi Rusia saat pertempuran sengit berkecamuk di timur dan selatan.

Tentara Rusia berbaris melalui kota ketika menginvasi Ukraina melalui Belarusia pada Februari 2022, sebelum dipukul mundur oleh pasukan Kiev.

Rasa Sakit dan Kehilangan

Menteri Dalam Negeri Igor Klymenko mengatakan, setelah operasi pencarian dan penyelamatan selesai, jumlah korban mencapai tujuh orang tewas dan 129 luka-luka, termasuk 15 anak-anak dan 15 petugas polisi.

Penjabat Walikota Chernihiv, Oleksandr Lomako, mengatakan seorang gadis berusia enam tahun termasuk di antara korban tewas.

Dari tempat tidur rumah sakit, kakinya masih berlumuran darah, Diana Kazakova mengatakan dia berada di dalam toko ketika serangan terjadi hanya beberapa menit setelah sirene membunyikan peringatan.

Ketika dia datang juga, dia berkata "orang-orang menangis, berteriak" di jalan di luar."Itu menakutkan."

Iryna, seorang bartender berusia 24 tahun di Chernihiv, mengatakan kepada AFP, "Ada asap, jeritan, orang-orang berlarian, menangis, merintih. Kami lari ke tempat penampungan ketika semuanya terjadi dan duduk di sana."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan itu menghantam lapangan yang menampung "universitas politeknik, teater".

"Sabtu biasa, yang mengubah Rusia menjadi hari yang penuh penderitaan dan kehilangan," katanya, setelah kedatangannya di Swedia.

Zelensky berada di Swedia untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Ulf Kristersson, dan untuk menyelesaikan kesepakatan tentang "produksi bersama kendaraan tempur CV90 di Ukraina," kata pemimpin Ukraina itu.

Mereka juga membahas pilot Ukraina yang berpartisipasi dalam uji coba jet tempur Gripen Swedia, katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.