Waduh Banyak Sekali, Kemenkes Catat Penderita Kusta Capai 13 Ribu Orang
Sabtu, 19 Agu 2023, 00:52 WIBSitubondo - Waduh banyak sekali, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan mencatat hingga semester pertama pada2023 jumlah penderita penyakit kusta di Indonesia mencapai sekitar 13 ribu orang.
Ketua Tim Kerja Penyakit Tropis Terabaikan Ditjen P2PM Kementerian Kesehatan dr. Regina Tiolina Sidjabat menjelaskan penyakit kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
"Oleh karena itu pola hidup dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit tersebut," ujarnya saat menggelar Sosialisasi dan Gerakan Masyarakat Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusa di Gedung PGRI Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat.
Dia menjelaskan bahwa bakterimycobacterium leprae(M. leprae) adalah sejenis bakteri yang tumbuh dengan lambat dan penularan kusta bisa melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan para pengidapdan juga bisa ditularkan lewat inhalasi atau menghirup udara.
Dokter Regina mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan rumah.
Dia juga mengingatkan bahwa gejala kusta memang mirip panu namun tidak gatal.
"Jika mengalami gejala seperti panu tapi tidak gatal dan lama kelamaan mengalami ruam segera hubungi puskesmas untuk ditangani, untuk pengobatan semua gratis tidak dipungut biaya," kata dia.
Dia berharap, masyarakat tidak perlu menjauhi mantan penderita kusta karena penyakit kusta sudah ada obatdan bisa disembuhkan, sedangkan jika sudah sembuh tidak akan menular.
Dia mengakui stigma masyarakat memang masih buruk terhadap mantan penderita kusta.
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan terus menyosialisasikan kepada mantan penderita terkait dengan hal tersebut.
"Yaitu dengan pelatihan membuat kerajinan atau keahlian lainnya, sehingga bisa kembali menopang hidup dan bermasyarakat seperti biasa," tutur dia.
Wakil Ketua Komisi IX DPRNihayatul Wafiro menyampaikan penyakit kusta merupakan penyakit lama di Indonesia dan cukup berbahaya serta efeknya dapat mengakibatkan kecacatan dan berdampak kepada efek sosial.
"Di Situbondo ada 20 kasus penderita kusta yang tersebar di 17 kecamatan. Kami harap dengan sosialisasi yang dihadiri sekitar 600 warga ini bisa berdampak pada penurunan penderita kusta di Kabupaten Situbondo," ujarnya.
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen, AS Cabut Lisensi Minyak Iran dan Ketegangan Hormuz Memanas
-
Penerapan mandatori biodiesel B50
-
Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik
-
Hasil Pertandingan Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Lolos ke Babak 32 Besar Usai Hancurkan Skotlandia 3-0
-
Setelah AGI, Dunia Harus Siap Hadapi Era AI Super yang Lebih Cerdas dari Manusia
-
Direksi Baru KPEI Resmi Bertugas, Tantangan Pasar Modal Menanti
-
BMKG Nyatakan Gempa M6,8 di Jepang Tak Timbulkan Tsunami di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.