Dolar AS Naik Tipis, Yuan Tiongkok Merosot ke Terendah 9 Bulan

Rabu, 16 Agu 2023, 08:25 WIB

NEW YORK - Dolar AS naik tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (15/8) atau Rabu pagi WIB, setelah belanja ritel AS untuk Juli meningkat lebih baik dari perkiraan, sementara yuan merosot ke level terendah sembilan bulan setelah bank sentral Tiongkok secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakan utama.

Penjualan ritel tumbuh 0,7 persen pada Juli, Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (15/8/2023). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari kenaikan 0,4 persen yang diproyeksikan oleh ekonom Refinitiv dan kenaikan 0,2 persen yang tercatat pada Juni.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,02 persen menjadi 103,2057 pada akhir perdagangan.

"Fakta bahwa pasar tenaga kerja masih kuat merupakan dukungan untuk belanja," kata Richard Moody, kepala ekonom di Regions Financial.

Meskipun demikian, Moody memperkirakan belanja konsumen melambat setelah bulan-bulan musim panas dalam kategori seperti perjalanan, hiburan, dan rekreasi. "Hanya ada kekuatan yang begitu lama yang akan bertahan," katanya.

Dolar AS secara singkat melonjak lebih awal dalam perdagangan setelah data sebelumnya turun, dan kemudian pulih.

Alex Kuptsikevich, analis pasar senior FxPro, mengatakan bahwa rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru pada Rabu dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perjalanan, dan kemungkinan besar jalurgreenbackakan ditentukan pada akhir minggu depan selama simposium Jackson Hole Fed.

Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah pada 1,0904 dolar AS, dan pound Inggris naik menjadi 1,2705 dolar AS dari 1,2675 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 145,6500 yen Jepang, lebih tinggi dari 145,5120 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8788 franc Swiss dari 0,8790 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3492 dolar Kanada dari 1,3469 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,8578 krona Swedia dari 10,8109 krona Swedia.

Dolar AS juga naik lebih dari 0,5 persen terhadap yuan pasar luar negeri ke level tertinggi sembilan bulan di 7,3307 karena bank sentral Tiongkok, People's Bank of China (PBoC) memangkas suku bunganya dalam upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi yang tersendat.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.