- Home
-
- Megapolitan
-
- Tangsel Imbau Warga Gunaka...
Tangsel Imbau Warga Gunakan Masker
Selasa, 15 Agu 2023, 04:00 WIBTANGERANG - Masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) diminta meminimalisasi kegiatan luar rumah jika tak ada yang penting. Jika ingin keluar rumah diimbau selalu menggunakan masker karena kondisi polusi udara yang berat saat ini.
Imbauan ini disampaikan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Tangsel, Mustakim, Senin (14/8). "Kami juga mengimbau agar ada pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Selain itu, juga memasang purifier indoor guna mengatasi polusi udara Tangsel," harap Mustakim.
Dia juga mengingatkan agar mengurangi berkendara atau bahkan jangan gunakan kendaraan alias car free day secara lebih intens. Dia juga minta kepada Pemkot Tangsel mengantisipasi untuk jangka panjang. Salah satunya, integrasi moda transportasi publik.
Kemudian, membuat kebijakan pengukuran pencemaran terutama industri. Adanya stasiun pengukuran di beberapa titik serta melakukan kajian risiko dengan menggandeng pemangku kepentingan lain. "Penanganan polusi udara Tangsel membutuhkan peran semua pihak. Pemkot bisa berkoordinasi dengan mengumpulkan instansi terkait," katanya.
Berdasarkan hasil penelitian IAKMI, kata dia, kendaraan bermotor masih jadi penyumbang utama polusi udara Jabodetabek. Di sisi lain, transportasi publik juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. "Selain itu, kemacetan Tangsel tidak hanya saat jam sibuk," ujarnya.
Berdasarkan data BPS selama tiga tahun terakhir, tren jumlah kendaraan, terutama mobil penumpang meningkat lebih dari 2.000 unit per tahun, termasuk di Tangsel.
"Barangkali Pemkot harus terus mendorong realisasi transportasi publik yang proper dan affordable, khususnya ke semua daerah penyangga Ibu Kota," ujar Mustakim.
Beberapa regulasi terkait PP 5 Tahun 2021 sudah diperkuat dengan harus adanya PPPU penanggung jawab pencemaran udara sektor industri yang diharuskan memasang CMES di cerobong. "Akan tetapi, kendala besarnya soal pengaturan terkait ritasi kendaraan masih lemah. Banyak kendaraan besar melintas saat jam padat. Ini membuat daya dukung dan daya tampung tidak imbang lagi," kata Mustakim.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel,Benyamin Davnie, mengimbau masyarakat menggunakan masker. Dia juga akan menyiapkan sanksi kepada pembakar sampah.
"Kita juga meningkatkan ruang terbuka hijau. Pemkot juga melakukan pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor.
Pemkot Tangsel sudah memantau udara yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional. Hasilnya, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tanggal 10 Agustus berada di angka 94 dengan baku mutu PM 2,5. "Artinya, kualitas udara Tangsel masih dapat diterima untuk kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan," ujarnya.
Pemantauan dilakukan di 12 titik dengan metode massive sampler. Ada 12 titik pemantauan, seperti di Kecamatan Setu, Pondok Aren, Serpong, hingga Ciputat Timur. Lalu, dilakukan juga monitoring secara real time dari Sistem Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) yang berlokasi di Taman Kesehatan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kematian Dini Terkait Polusi Udara Meningkat di Asia Tenggara
-
Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif
-
UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raya Goes to Korea Selatan
-
Sudin LH Jemput Bola Uji Emisi Hampir 2.000an Kendaraan untuk Tekan Polusi Udara di Jaksel
-
Ssstt.. Sandara Park dan Lee Dong-wook akan Ada di Singapura Bulan Depan!
-
New START Berakhir, AS-Russia Rundingkan Kesepakatan Nuklir Baru
-
PT KAI: KA Makassar–Parepare Layani 318.311 Penumpang Sepanjang 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.