Program PENa Berkontribusi Turunkan Kemiskinan Ekstrem
Selasa, 15 Agu 2023, 01:01 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyebut program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENa) turut berkontribusi dalam penurunan kemisminan esktrem. Program tersebut juga mengurangi ketimpangan ekonomi nasional.
"Salah satu cara menjembatani supaya ketimpangan eknomi tidak semakin 'menganga' ya melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara," ujar Muhadjir, dalam keteranganny, di Jakarta, Senin (14/8).
Menurut Muhadjir, program pemerintah untuk menurunkan kemiskinan ekstrem, termasuk melalui program PENa, telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Berdasarkan data Maret 2023 persentase penduduk miskin ekstrem adalah sebesar 1,12 persen, angka tersebut mengalami penurunan seignifikan sebesar 0,62 persen dari periode September 2022 yang sebesar 1,74 persen.
Dia menambahkan, program pengentasan kemiskinan ekstrem perlu difokuskan pada program pemberdayaan seperti PENa, yang mengedepankan pelatihan keterampilan dan dukungan finansial yang lebih baik. Upaya ini diarahkan untuk membantu Keluarga Penerima Manfaar untuk dapat mencapai kemandirian ekonomi.
"Jadi kalau ini bergerak menjadi pengusaha maju, yang mikro menjadi kecil, yang kecil menjadi menengah, yang menegah menjadi besar, itu lah nanti maka ekonomi Indonesia semakin merata dan akan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.
Dia mengingatkan, meski angka kemiskinan ekstrem mengalami penurunan yang cukup signifikan, masih butuh kerja keras untuk mencapai target kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2024. Dia berharap, penerima manfaat PENa yang bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan menciptakan peluang kerja baru bagi rumah tangga miskin ekstrem yang ada di sekitarnya.
"Peranan ibu-ibu PENa sangat luar biasa. Saya yakin kemiskinan ekstrem kita turun 0,62 persen berkat peranan ibu-ibu PENa ini. Saya berterima kasih pada Ibu Mensos dan semua ibu yang terus bersemangat," tandasnya.
Klinik Usaha
Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, mengungkapkan pihaknya mendirikan Klinik Usaha PENa untuk tempat konsultasi bagi penerima manfaat PENa dalam mengembangkan usaha. Klinik ini dibentuk untuk membantu para pelaku usaha khususnya PENa agar memiliki pemahaman tentang pengelolaan usaha dan literasi keuangan.
"Mereka berangkat dari ibu rumah tangga dan sebagainya. Untuk menaikkan taraf hidup, harus kita ajari bagaimana menaikkan nilai produknya," katanya.
Dia memastikan, pihaknya menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendongkrak literasi keuangan dan investasi bagi KPM PENa. Pemahaman pengelolaan keuangan dan investasi penting agar mereka mampu bisnis yang mereka rintis terus berkembang.
"Jadi kalau diajari literasi keuangan itu diajari (pengelolaan) misalkan ini amplop pendidikan, ini amplop kesehatan, ini amplop modal kembali (atau) untuk tambahan modal," ucapnya.
Anggota Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menuturkan, pihaknya menyambut baik upaya Kemensos dalam memberikan literasi pengelolaan keuangan dan investasi. Menurutnya, saat ini literasi keuangan para KPM PENa memang masih rendah meski meningkat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Inflasi Pendidikan Menguat, Perencanaan Dana Anak Jadi Keniscayaan
-
KB Bank dan PNM Berdayakan 22,9 Juta Perempuan Prasejahtera Melalui Pembiayaan Rp500 Miliar
-
IHSG Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Perkembangan Konflik AS-Israel dengan Iran
-
Uji Kelayakan DK Otoritas Jasa Keuangan Memanas, Agus Sugiarto Usung 7 Pilar Penguatan
-
Pertamina Pastikan Jaga Kesiapan Pasokan Jelang Idulfitri
-
Menikmati Libur Natal 2025 di Ibu Kota Nusantara
-
Semakin Banyak Keluarga di Asia Tenggara Terjerat Utang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.