Pangan Lokal Dorong Pertumbuhan UMKM Daerah

Selasa, 15 Agu 2023, 07:10 WIB

JAKARTA - Pengembangan pangan lokal di berbagai daerah perlu terus didorong. Sebab, pangan lokal juga ikut mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan komoditas tersebut sebagai bahan bakunya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pertumbuhan UMKM pangan lokal di daerah dengan sumber pangan lokal yang berlimpah, termasuk di wilayah Indonesia Timur. Hal itu ditegaskan Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dalam kampanye gerakan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir pekan lalu.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dalam kesempatan tersebut, tidak kurang dari 10.000 porsi jagung bose, sei sapi, dan sayur kelor telah dibagikan sebagai menu pangan B2SA untuk mengedukasi masyarakat tentang pola pangan sehat dengan mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal.

Arief Prasetyo mengungkapkan sumber pangan lokal di wilayah Indonesia timur sangatlah berlimpah, tidak hanya sumber karbohidrat, tetapi juga sumber protein baik nabati dan hewani, salah satunya di NTT.

"Tidak harus bergantung pada satu jenis komoditas pangan tertentu karena masih banyak alternatif lain sumber pangan contohnya jagung dan sorgum yang merupakan komoditas pangan lokal sumber karbohidrat unggulan NTT, begitu pun dengan sumber protein tidak tergantung pada daging sapi dan ayam karena ada juga telur atau ikan," ungkapnya dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (14/8).

Dia menegaskan kampanye diversifikasi pangan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal perlu untuk terus digaungkan, karena pengembangan pangan lokal juga akan memberikan dampak ekonomi dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan usaha UMKM pangan lokal serta memicu perkembangan ekonomi lokal secara keseluruhan.

"UMKM pangan lokal tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, tetapi juga memberikan peluang bagi petani, peternak, dan produsen lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka," ucap Arief.

Dengan mempromosikan dan mendukung pangan lokal, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam dan keahlian tradisional mereka, menciptakan nilai tambah bagi produk lokal, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam skala regional maupun nasional.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Rinna Syawal, mengungkapkan jika menu pangan lokal dipilih karena mempunyai nilai B2SA untuk menunjukan potensi yang ada di NTT.

"Jagung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan gizi masyarakat NTT. Kekayaan serat dan vitamin dalam jagung bose memberikan kontribusi besar dalam menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga energi sepanjang hari," ucap Rinna.

Selain itu, ada menu kedua yaitu sei sapi, daging sapi asap khas NTT, yang juga memiliki peran penting dalam aspek gizi. Kandungan protein tinggi dalam sei sapi mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan otot.

Adapun skor Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia tahun 2022 berada di angkat 92,9 dan telah melampaui target sebesar 92,8. Meski demikian, kualitas konsumsi masyarakat harus terus ditingkatkan terutama unsur buah-buahan, sayur-sayuran, umbi-umbian, dan kacang-kacangan sehingga sesuai dengan target PPH yang diharapkan.

Kurangi Impor

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, menambahkan Peringatan HUT ke-78 RI adalah momentum emas bagi pertanian untuk membangkit semangat dan memperkuat kolaborasi dengan semua pihak dalam membangun pertanian yang tangguh dengan mengoptimalkan pangan lokal, yang kualitasnya jauh lebih bagus dibanding pangan impor. "Penyediaan pangan lokal seperti sorgum, bisa melepaskan Indonesia dari ketergantungan impor gandum," tegasnya

Dia menambahkan, setidaknya ada dua langkah yang dilakukan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia yakni memantapkan kapasitas produksi tanaman pangan lokal dan juga melakukan diversifikasi produksi dan konsumsinya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.