Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Tidak Akan Berguna jika Tidak Ada Transfer Teknologi ke Lokal

📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Jadi unicorn itu milik asing, barang asing, teknologi asing. Kita tidak dapat apa-apa. Baru setelah sadar, akan dibuat peraturan barang impor ayng dijual di e-commerece tidak boleh yang harganya di bawah 100 dollar AS. Kenapa? Pengambil kebijakan dilingkari oleh orang yang tidak benar. Mereka yang kerja keras dan jujur tidak masuk dalam circle. Kerja keras dan jujur itu tidak ada dalam bahasa kroni," kata Siprianus.

Begitu pula dengan data center yang harus ditempatkan di Indonesia, tapi kalau itu milik asing, maka akan percuma. Lokalnya hanya pajangan, sebagai nominee, sebagai boneka. "Sebenarnya semua asing, makanya data center milik asing walau ada di Indonesia itu tidak ada gunanya. Kenapa tidak dipahami, karena tidak mengerti teknologi, yang bikin aturan bukan orang ahli," katanya.

Transfer teknologi, jelasnya, sebenarnya bisa dibangun sendiri tanpa asing dengan meningkatkan kapasitas teknologinya. "Bukan sekadar menguasai, tapi meningkatkan. Nah, kita bangun saja tidak bisa bagaimana mau meningkatkan. Contoh pembangunan longspan LRT Jabodetabek yang dinilai salah desain. Kenapa itu bisa terjadi? Karena tidak mengerti software-nya, jadinya hardware-nya salah. Masalahnya, karena tidak memahami. Padahal teknologi harus terintegrasi antara software, hardware, dan system," katanya.

Tiongkok bisa membangun dan menyaingi Mitsubishi dan Siemens karena tidak bergantung investor asing. Kalau bergantung asing, tidak akan maju karena tidak punya modal. Nilai tambah akan diambil mereka sehingga kita tidak untung.

Investor asing, katanya, memang dibutuhkan, tetapi jangan bergantung pada mereka 100 persen. Nanti tidak akan ada survival instinct. "Benalu kan hanya menempel, pohonnya mati, dia pindah ke pohon lain persis dengan kroni yang pindah dari rezim ke rezim," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.