“Smart City' Harus Jaga Kualitas Lingkungan
Rabu, 09 Agu 2023, 08:36 WIBJAKARTA - Evolusi konsep smart city harus meningkatkan kualitas lingkungan dan hidup masyarakat. Tingginya mobilitas penduduk dari desa ke kota menuntut perlunya menjaga kualitas lingkungan hidup.
Dosen Kajian Pengembangan Perkotaan SKSG Universitas Indonesia (UI), Lin Yola menekankan pentingnya teknologi dan inovasi dalam mendukung urbanisasi yang tinggi di kawasan Asean.
Terlebih lagi, data terakhir menunjukkan Asean memiliki karakter khusus dalam bidang urbanisasi yang tinggi dibanding kawasan lainnya. "Asia sudah naik ke 50-60 persen. Kota-kota besar di Asean sudah berkembang pesat," kata Lin Yola dalam diskusi FMB9 bertema Kota Cerdas Asean, Tingkatkan Kualitas Hidup, Selasa (8/8).
Adapun diskusi virtual ini menyikapi hasil Meeting of Governors and Mayors of Asean Capitals (MGMAC) 2023 yang menjadi bagian integral dari perputaran dinamis dalam skema pengembangan kota-kota Asean.
Dalam diskusi tersebut, Lin Yola mengatakan evolusi konsep smart city tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga harus menjaga keseimbangan dengan lingkungan.
Dalam konteks Indonesia, terutama Jakarta, Lin menggarisbawahi pentingnya integrasi kebijakan dan teknologi untuk menghadapi tantangan mobilitas yang tinggi dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
"Mobilitas di Jakarta sangat tinggi, indikator kuat pertumbuhan ekonomi yang baik. Tetapi menghasilkan dampak yang tidak baik kepada lingkungan. Kita perlu solusi, smart city, bisa menjadi salah satu jawaban persoalan tersebut," jelasnya.
Menurut Lin, pemerintah saat ini harus mulai fokus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan memberikan fasilitas yang lebih mudah untuk mobilisasi, seperti kendaraan umum yang baik.
"Dan juga transformasi good governance, yang dulu hanya komunikasi dari pemerintah ke masyarakat, kini juga harus sebaliknya, dari masyarakat ke pemerintah," imbuhnya.
Dia berharap, dengan kolaborasi antar kota Asean, Jakarta berusaha membangun kota yang tangguh dan berkelanjutan, menjaga kualitas hidup masyarakat, dan merespons perubahan iklim dengan solusi-solusi inovatif. Ini seiring dengan perkembangan pusat ekonomi menuju kawasan Ibu Kota Nusantara.
Kurangi Pencemaran
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menggarisbawahi komitmen Pemda DKI dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan. Upaya peningkatan kualitas udara dihadapkan pada pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor.
"Di Jakarta, industri sudah bergeser, tetapi masih ada pencemaran dari kendaraan bermotor," tegas Heru.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Inovasi Pohon Cair MPTree Masuk Tahap Uji Nyata di Pabrik Semen Merah Putih
-
Pengusaha Australia Akan Bangun Smart City Bernilai Rp90 Triliun di Lombok, Siap Jadi Dubai Baru!
-
Menjelang Serangan ke Iran, Ribuan Prajurit Angkatan Laut AS Merana Akibat 650 Toilet Kapal Induk USS Gerald R Ford Tersumbat
-
Investasi Rp20 Triliun, Danantara Groundbreaking Peternakan Ayam Pekan ini
-
Pelunasan Haji 2026 Tahap Pertama Mulai Hari Ini hingga 23 Desember
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.