- Home
-
- Luar Negeri
-
- Junta Niger Minta Bantuan ...
Junta Niger Minta Bantuan Wagner Rusia Hadapi Ancaman Intervensi Militer
Minggu, 06 Agu 2023, 15:44 WIBNIAMEY - Salah satu pemimpin kudeta di Niger pekan lalu dilaporkan meminta bantuan kelompok tentara swasta Rusia, Wagner Group, karena mendekati tenggat waktu yang ditetapkan blok ECOWAS untuk memulangkan Presiden Mohamed Bazoum atau menghadapi kemungkinan intervensi militer.
Jenderal Salifou Moody diduga mengajukan permintaan tersebut saat berkunjung ke Mali, di mana dia bertemu dengan perwakilan Wagner, The Associated Press melaporkan, Sabtu (5/8), mengutip jurnalis Prancis dan peneliti senior di Soufan Center, Wassim Nasr.
Pertemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh media Prancis France 24. Nasr mengatakan telah mengkonfirmasi pembicaraan tersebut dengan seorang diplomat Prancis dan tiga orang yang mengetahui masalah tersebut di Mali.
"Mereka membutuhkan (Wagner) karena mereka akan menjadi jaminan untuk memegang kekuasaan," kata Nasr kepada AP. Wagner dikatakan sedang mempertimbangkan permintaan tersebut.
RT menyebutkan, baik Wagner maupun pejabat pemerintah Rusia tidak mengomentari dugaan permintaan bantuan junta dari kontraktor. Kremlin mengatakan pada Jumat, campur tangan apa pun di Niger dari kekuatan di luar kawasan tidak mungkin akan memperbaiki situasi.
"Kami terus mendukung pengembalian ke normal konstitusional dengan cepat tanpa mebahayakan nyawa manusia," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.
Kepala Wagner Yevgeny Prigozhin menyebut kudeta itu sebagai "pemberontakan rakyat yang dibenarkan melawan eksploitasi Barat".
Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) mengancam akan mengirim pasukan ke Niger jika para pemimpin kudeta tidak mengembalikan Presiden Bazoum ke tampuk kekuasaan pada hari Minggu.
Bazoum telah menjadi tahanan rumah sejak digulingkan. Lewat tulisannya di The Washington Post, Bazoum meminta AS dan seluruh komunitas internasional untuk memulihkan pemerintahannya. Militer dari beberapa anggota ECOWAS, termasuk Nigeria, telah menyepakati rencana intervensi di Niger.
Wagner telah menjadi pemain utama dalam lanskap keamanan Afrika, meskipun tidak jelas bagaimana pengaruhnya di benua itu setelah pemberontakannya melawan Moskow pada Juni lalu.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, masa depan kontrak yang ditandatangani Wagner dengan berbagai negara Afrika adalah masalah yang harus diputuskan oleh pemerintah negara yang bersangkutan.Pasukan Wagner dilaporkan telah beroperasi di negara-negara seperti Mali, Burkina Faso, Sudan, Mozambik, dan Republik Afrika Tengah.
Mali dan Burkina Faso termasuk di antara negara anggota ECOWAS yang memihak junta Niger setelah kudeta. Bazoum menuduh kedua tetangga itu mempekerjakan "tentara bayaran kriminal Rusia".
Presiden Institut Kebebasan Afrika Franklin Nyamsi memperingatkan dalam wawancara dengan RT pada Kamis lalu, jika ECOWAS merealisasikan ancamannya dengan mengirim pasukan ke Niger, hal itu akan dilihat sebagai deklarasi perang terhadap sekutu junta, termasuk Mali dan Burkina Faso.
Konflik semacam itu dapat meningkat secara dramatis ketika faksi-faksi yang bertikai mencari bantuan dari kekuatan militer terkemuka dunia, katanya. "Kita sekarang berada di ambang perang dunia Afrika," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Ousmane Dembele Sabet Ballon d'Or 2025, Lamine Yamal Raih Piala Kopa
-
AS Sodorkan 5 Poin Tanggapan Atas Proposal Damai Iran
-
Atasi Banjir Jakarta, Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama akan Dinormalisasi
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
Masih Rendah, RI Perlu Genjot Ekspor Minyak Atsiri ke Rusia
-
Rusia dan Tiongkok Teken 22 Perjanjian Strategis
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.