- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hun Sen Siap Kawal Putrany...
Hun Sen Siap Kawal Putranya untuk Jadi PM Baru
Sabtu, 05 Agu 2023, 02:45 WIBPHNOM PENH - Mantan Perdana Menteri Hun Sen pada Kamis (3/8) mengatakan bahwa pengumuman baru-baru ini yang menyatakan bahwa dia akan menyerahkan kekuasaan kepada putra sulungnya, Hun Manet, mungkin dilakukan dengan tergesa-gesa dan menambahkan bahwa ia dapat kembali menjabat jika nyawa putranya terancam.
Hal itu diutarakan Hun Sen saat berbicara pada upacara peresmian jalan lingkar di Provinsi Kandal, dimana Hun Sen mengatakan tentang rencana untuk menunjuk jenderal bintang empat berusia 45 tahun itu sebagai perdana menteri bulan ini.
Hun Sen sebelumnya mengatakan bahwa dia akan terus menjabat sebagai PM hingga 2028. Namun pada 26 Juli, dia mengumumkan di televisi pemerintah bahwa pemerintahan baru yang dipimpin Hun Manet akan dibentuk pada 22 Agustus, setelah Komite Pemilihan Nasional secara resmi melaporkan hasil pemilihan.
Berita itu muncul tiga hari setelah hasil awal menunjukkan Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Hun Sen memenangkan 120 dari 125 kursi dalam pemilihan parlemen yang dikontrol ketat.
Pada Kamis, Hun Sen mengatakan dia khawatir terjadi pertikaian di antara para menteri senior CPP dapat mengakibatkan pertumpahan darah jika transisi yang mulus dan tepat waktu ke pemerintahan baru, tidak dilakukan. Namun rencananya untuk menggunakan pengaruh di belakang layar sebagai ketua CPP harus bisa menjaga stabilitas, kata dia.
"Saya memperingatkan Anda bahwa jika nyawa anak saya terancam, kemungkinan untuk kembali menjadi PM adalah saya," kata Hun Sen. "Saya harus kembali menjadi PM untuk sementara waktu. Setelah itu, saya akan memilih siapa yang bisa menjadi PM berikutnya," tegas dia.
Tidak Didukung
Pengalihan kekuasaan yang tiba-tiba mungkin merupakan tanda bahwa pejabat kunci CPP masih tidak mendukung pencalonan Hun Manet sebagai perdana menteri, kata Um Sam An, mantan anggota parlemen dari partai oposisi.
Terkait hal ini, para pemimpin lama CPP seperti Menteri Dalam Negeri Sar Kheng dan Menteri Pertahanan Tea Banh juga berencana mundur bulan ini.
Um Sam An mengatakan Hun Sen telah menunjuk Sar Kheng, Tea Banh, dan lainnya ke Dewan Tertinggi Raja, yang tidak memiliki otoritas nyata atas urusan pemerintahan, untuk menjauhkan mereka dari kekuasaan.
"Tetapi hal itu gagal dan pada akhirnya bisa memperburuk perpecahan di dalam CPP," papar dia. "Fakta bahwa Hun Sen hanya mengkonsolidasikan kekuasaan dapat mengakibatkan konflik bersenjata yang mencegah pengalihan kekuasaan. Sar Kheng mungkin bergandengan tangan dengan Tea Banh untuk mencegah pengalihan kekuasaan itu. Namun masih ada beberapa hari lagi dan Hun Sen masih khawatir," tutur dia.
Sar Kheng, Tea Banh dan Wakil Perdana Menteri Men Sam An juga baru-baru ini dipromosikan menjadi wakil presiden CPP. Hun Sen mengatakan dia akan menjabat sebagai presiden Senat.
Sementara itu juru bicara CPP, Sok Ey San, mengatakan dirinya belum tahu siapa yang akan ditunjuk CPP sebagai presiden Majelis Nasional. Dia pun menambahkan bahwa partai yang berkuasa saat ini tidak mengalami perpecahan internal. RFA/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
PM Paetongtarn Dianggap Pengkhianat Negara Usai Telepon Mesra dengan Hun Sen Bocor, Ribuan Warga Thailand Demo Geruduk Ibu Kota!
-
Kongres FIFA Kacau! Infantino Datang Telat Usai Bertemu Trump, UEFA Ngamuk dan Walkout
-
Bentrokan Thailand-Kamboja Sebabkan Setengah Juta Orang Mengungsi
-
Bencana longsor di TPA Galuga Bogor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.