153.476 Orang di Surabaya Berisiko Alami Obesitas
Jumat, 04 Agu 2023, 14:34 WIBSURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat ada sekitar 153.476 orang yang mengalami perkembangan dengan risiko obesitas (Indeks Massa Tubuh >25). Ratusan ribu orang dengan risiko obesitas tersebut, tercatat dalam data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya hingga Juni 2023.
Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, selama ini pihaknya intens memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah obesitas. Upaya ini salah satunya dilakukan dengan memberikan penguatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan.
"Upaya yang dilakukan melalui KIE berupa sosialisasi tentang faktor risiko obesitas dan bahaya obesitas bagi kesehatan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, media sosial, elektronik dan lainnya," kata Nanik, Jumat (4/8)
Selain itu, Nanik menyebut, Dinkes Surabaya juga memberikan edukasi tentang makanan seimbang. Juga, mengimbau dan mengarahkan untuk melakukan cek kesehatan secara rutin di Puskesmas dan layanan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pos Bindu) di masing-masing wilayah.
"Sosialisasi juga dilakukan melalui imbauan agar menghindari masyarakat Makanan Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK)," ujarnya.
Tak hanya itu, Nanik menyatakan, bahwa antisipasi terkait obesitas di Surabaya juga dilakukan melalui Puskesmas di setiap wilayah. Sosialisasi itu mulai dari kegiatan penyuluhan bagi kader dan masyarakat umum, kegiatan pemeriksaan terpadu (Bindu) serta pemeriksaan Terpadu Jiwa, Rokok dan Narkoba (Bindu Jirona).
"Sosialisasi juga dilakukan pada kegiatan pertemuan rutin lainnya di masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan RT/RW, kelurahan dan lainnya," ungkapnya.
Menurut dia, faktor risiko obesitas (Indeks Massa Tubuh >25) lebih rentan terkena pada kelompok usia >18 tahun. Seperti di antaranya, pria berinisial S (51) warga asal Kelurahan Kapasmadya Baru, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Sebelumnya, pria tersebut harus dievakuasi oleh Tim Gerak Cepat (TGC) untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit pada Selasa lalu.
"Intervensi yang dilakukan terhadap pasien tersebut oleh Tim TGC yaitu telah dilakukan evakuasi dan merujuk pasien ke RSUD dr Soetomo," ungkap Nanik.
Selain membantu evakuasi ke rumah sakit, Nanik juga memastikan, bahwa pihaknya melakukan monitoring perkembangan kesehatan pria itu secara intensif. Monitoring akan dilakukan selama perawatan serta koordinasi dengan layanan rujukan.
"Pasien mempunyai riwayat hipertensi yang kontrol rutin ke Puskesmas. Akan tetapi obat yang diresepkan tidak diminum secara teratur oleh pasien," pungkasnya.
- obesitas
- Dinas Kesehatan (Dinkes)
- Gaya Hidup Modern
- Perubahan Gaya Hidup
- Gaya Hidup Sehat
- Pemkot Surabaya
- Eri Cahyadi
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Sekjen PBB Serukan Para Pemimpin Dunia Berinvestasi pada Perdamaian
-
Perkuat Mobilitas dan Distribusi Logistik Surabaya-Gresik-Sidoarjo, Pelebaran 950 Meter Jalan Wiyung-Menganti Dipercepat untuk Rampung 2026
-
Menuju Mandalika 2026, Pertamina Gandeng Ojol & Komunitas Motor Nobar MotoGP Misano
-
Saluran Tertimbun Hampir 20 Tahun, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli di Belakang Pasar Bratang
-
Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Anjal dan Pengemis Kembali Ganggu Peziarah Wisata Religi Ampel Surabaya
-
Pemkot Surabaya Tertibkan Pengelolaan Sampah Ilegal di 7 Tanah Aset
-
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda, Kapolda Banten Pastikan Temuan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.