- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perkembangan Terbaru Kudet...
Perkembangan Terbaru Kudeta, AS Tegaskan Dukungan untuk Presiden Niger yang Digulingkan
Senin, 31 Jul 2023, 00:07 WIBWashington - Perkembangan terbaru kudeta. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken sudah berbicara dengan Presiden Niger Mohamed Bazoum untuk menegaskan kembali dukungan Washington kepadanya dan menekankan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan Bazoum setelah kudeta di negara itu.
Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller, Blinken memuji peran Bazoum dalam memajukan keamanan yang tidak hanya Niger tetapi juga kawasan Afrika Barat.
"Blinken menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus berusaha memastikan pemulihan secara penuh tatanan konstitusional dan pemerintahan demokratis di Niger," kata Miller mengenai pembicaraan telepon antara Blinken dan Bazoum yang terjadi Jumat pekan ini.
Dalam panggilan telepon terpisah dengan mantan Presiden Niger Mahamadou Issoufou, Blinken mengungkapkan keprihatinan bahwa Bazoum yang telah terpilih secara demokratis masih ditahan, sementara negosiasi yang berlangsung untuk memastikan tatanan konstitusional di Niger menemui jalan buntu.
"Menteri (Blinken) prihatin bahwa mereka yang menahan Bazoum mengancam keberlangsungan kerja sama yang sukses selama bertahun-tahun dan bantuan ratusan juta dolar untuk mendukung rakyat Niger," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Blinken meminta Issoufoumelanjutkan upaya menyelesaikan masalah itu demi mendukung pemerintahan sipil yang dipilih secara demokratis.
Awal pekan ini, tentara Niger yang menamakan diri Dewan Nasional untuk Perlindungan Negara (CNSP) mengumumkan kudeta melalui televisi, tidak lama setelah menahan Bazoum di kediamannya.
Mereka menyebut situasi keamanan yang memburuk dan pemerintahan yang buruk sebagai alasan melancarkan kudeta.
Bazoum terpilih pada 2021 dalam transisi kekuasaan demokratis pertama Niger sejak memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1960.
AS menahan diri untuk menyebut peristiwa itu sebagai kudeta, sebagian karena pembatasan dalam hukum Amerika yang akan memicu penghentian semua bantuan luar negeri AS.
AS menempatkan lebih dari 1.000 tentara di Niger, dan mengoperasikan pangkalan drone di dekat Agadez.
Washington telah bekerja sama dengan otoritas Niger untuk operasi penanggulangan terorisme di wilayah tersebut.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Samsat Bekasi Beri Hadiah Warga yang Taat Bayar Pajak
-
Menuju Imlek 2577, Vihara Dharmayana Kuta Gercep Bersih-Bersih Sambut Shio Kuda Api
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Menaker Dorong Sertifikasi, Buruh Didesak Jadi Lebih Kompetitif
-
Harga Emas di Pegadaian pada Minggu Pagi: UBS dan Galeri24 Stabil, sedangkan Antam Naik Tipis
-
BPBD Situbondo Manfaatkan Truk Tangki PDAM-PMI Distribusi Air Bersih
-
Sapi kurban bantuan Presiden di Bandung Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.