Konversi Motor Listrik, 'Game Changer' Transisi Energi

Senin, 31 Jul 2023, 08:51 WIB

JAKARTA - Pilihan pemerintah membuat program konversi sepeda motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepeda motor listrik sebagai bagian dari upaya percepatan mewujudkan net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060 merupakan pilihan tepat. Dengan total sepeda motor yang menyentuh 120 juta unit akan sangat signifikan dampak yang dihasilkan jika program konversinya berjalan baik.

"Program konversi merupakan kegiatan konkret program transisi energi dalam mendukung target NZE pada 2060 dan Indonesia perlu melakukan konversi ini. Kami berfokus terhadap kendaraan motor bakar roda dua karena angka populasinya lebih dari 120 juta lebih dan tren pertumbuhan menunjukan 5-6 persen setiap tahun," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, di acara Pembukaan Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik Perdana di Jakarta, Jumat (28/7).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dampak yang dihasilkan dari program konversi ini akan sangat signifikan, baik bagi pengurangan emisi maupun penghematan.

"Jika satu sepeda motor mengonsumsi satu liter BBM tiap hari, equivalen 650 crude oil per hari dengan harga minyak 80 dollar barel maka kita bakar 480 juta dollar per hari. Emisinya menghasilkan 2,5 kg emisi. Jadi, kalau 120 juta, berarti berapa 300 juta kg emisi per hari," jelas Arifin.

Pemerintah, harap Arifin, menargetkan pemenuhan target 50 ribu unit motor akan dikonversi pada 2023 dan meningkat menjadi 150 ribu unit pada tahun 2024 mendatang melalui sinergitas yang tinggi antar-institusi terkait sosialiasi yang intens dan insentif yang diberikan.

"Sinergi dan kolaborasi merupakan kunci kesuksesan program konversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik. Kementerian ESDM bersama Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI serta didukung oleh Kementerian Perindustrian akan terus bersinergi untuk mewujudkan target program konversi motor listrik sebanyak 50.000 unit pada 2023 dan 150.000 unit untuk 2024," ujar Arifin lagi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengapresiasi program konversi yang diinisiasi Kementerian ESDM serta mengamini pernyataan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi dan Menteri ESDM yang menyatakan kunci utama kesuksesan program ini adalah sinergi antar-instansi terkait.

"Saya apresiasi ada satu kegiatan konversi yang semakin meningkat dari tekad Pak Presiden dan ini bisa dieksekusi bersama. Ini milestone yang baik dan semua pihak harus memberikan dukungan dan contoh-contoh," kata Budi.

Hemat Pengeluaran

Budi menambahkan pilihan mengonversi sepeda motor untuk mengurangi emisi juga pilihan yang tepat karena populasi dan pertumbuhan rata-ratanya yang besar.

"Motor ini game changer (transisi energi). Jumlahnya banyak, mudah dilakukan, banyak yang butuh. Jadi, semua berperan dan masyarakat menikmati opex (belanja operasional) yang lebih rendah. Misal, pengemudi ojol, kalau pakai kendaraan listrik, opex-nya turun separuh. Jadi, ini yang mesti kita pikirkan. Semoga ini bisa menjadi kekuatan kita dan saya sampaikan selamat sehingga kita bisa laksanakan ini dengan baik," pungkas Budi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.