Menanti Arah Kebijakan ECB

Jumat, 28 Jul 2023, 09:18 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan penguatannya, jelang akhir pekan ini. Setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, kini pelaku pasar menanti arah kebijakan bank sentral Eropa atau ECB.

Peluang rupiah makin terbuka jika ECB memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps). Kenaikan tersebut akan diterjemahkan ke dalam penguatan indeks dollar AS sehingga membuat rupiah terdepresiasi.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Karenanya, Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (28/7), bergerak di kisaran 14.920 -15.120 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Kamis (27/7), ditutup menguat 0,15 persen atau 22 poin dari sehari sebelumnya menjadi 15.000 rupiah per dollar AS.

Analis pasar uang Lukman Leong menyatakan penguatan rupiah dan mata uang lainnya terhadap dollar AS dipengaruhi sentimen risk on di pasar setelah rapat atau pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). "Investor merespons pernyataan The Fed dalam FOMC (Federal Open Market Committee) semalam sebagai sinyal kenaikan terakhir pada siklus kenaikan suku bunga," kata Lukman di Jakarta.

Pada pertemuan FOMC, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps), tetapi bernada lebih dovish. Pasar disebut melihat pernyataan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell sebagai akhir dari siklus kenaikan suku bunga oleh The Fed. "Penguatan hari ini murni faktor pelemahan dollar AS," ucap dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.