- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sekjen PBB Kecam Upaya Kud...
Sekjen PBB Kecam Upaya Kudeta di Niger, Dukung Penuh Pemerintahan Bazoum
Kamis, 27 Jul 2023, 10:50 WIBPBB - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecamupaya kudeta oleh anggota militer di Niger.
Kepresidenan Niger mengonfirmasi bahwa upaya kudeta dilakukan pada Rabu pagi (26/7) oleh tentara yang menutup akses ke kediaman resmi Presiden Mohamed Bazoum.
"Sekretaris Jenderal (PBB) mengikuti dengan cermat situasi di Niger. Dia mengecam keras setiap upaya untuk merebut kekuasaan dengan kekerasan dan mengacaukan pemerintahan demokratis, perdamaian, dan stabilitas di Niger," kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.
Guterres mendesak semua aktor yang terlibat untuk menahan diri dan memastikan perlindungan tatanan konstitusional, ujar Dujarric.
Guterres telah berbicara dengan Bazoum dan menyatakan dukungan penuh dan solidaritaskepada Presiden Niger itu.
Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mendalam atas upaya kudeta tersebut.
"Kami mengecam keras segala upaya untuk menahan atau menggulingkan fungsi pemerintah Niger yang terpilih secara demokratis, yang dipimpin oleh Presiden Bazoum," kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan.
"Kami secara khusus mendesak unsur-unsur pengawal presiden untuk membebaskan Presiden Bazoum dari penahanan dan menahan diri dari kekerasan," ujar Sullivan.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa Washington terus memantau situasi dengan cermat guna memastikan keselamatan warga Amerika di Niger.
Sullivan mengatakan Niger adalah mitra penting bagi AS.
"Kami telah berbagi nilai tentang demokrasi dan hak asasi manusia, dan bekerja sama untuk memajukan keamanan dan kemakmuran kawasan, dan kerja sama substansial kami dengan pemerintah Niger didasarkan pada komitmen berkelanjutan Niger terhadap standar demokrasi," kata dia.
AS juga menyambut baik pernyataan dan langkah kuat yang diambil oleh Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dan Uni Afrika untuk mempertahankan demokrasi diNiger.
ECOWAS, yang anggotanya mencakup Niger, turut mengecam "upaya merebut kekuasaan dengan paksa" dan menuntut "pembebasan segera dan tanpa syarat" Bazoum.
"(Upaya kudeta) itu adalah tindakan elemen tertentu dari pengawal presiden yang tidak mendapat dukungan dari Angkatan Bersenjata Nasional dan Garda Nasional," kata Kantor Kepresidenan Niger.
"Pada Rabu dini hari, unsur-unsur Pengawal Presiden (GP) terlibat dalam gerakan anti-republik dan berusaha dengan sia-sia untuk mendapatkan dukungan dari Angkatan Bersenjata Nasional dan Garda Nasional," ujar kantor tersebut.
Bazoum dan keluarganya dilaporkan dalam keadaan sehat, menurut Kantor Kepresidenan Niger.
Niger, negara Afrika Barat yang seluruh wilayahnya berbatasan dengan daratan, memiliki sejarah penuh dengan kudeta.
Negara itu telah menghadapi berbagai kudeta dan upaya kudeta sejak memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1960.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wali Kota: 700 Ribu Wisatawan Serbu Bandung Saat Libur Lebaran
-
Menkop Resmikan Call Center Layanan dan Pengaduan Kopdes Merah Putih
-
Kementan Targetkan Efisiensi Anggaran Subsidi Pupuk hingga 20 Persen
-
Densus 88 Tingkatkan Pengawasan dari Ancaman Terorisme
-
Putin: Russia Siap Pasok Minyak dan Gas ke Eropa Jika Diminta
-
RI dan Jepang Makin Kompak Garap Energi Bersih
-
Anggaran Kemenhub 2026 Rp28,48 Triliun Difokuskan pada Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.