Adegan Seks 'Oppenheimer' Menuai Protes di India
Senin, 24 Jul 2023, 18:03 WIBNEW DELHI - "Oppenheimer" dokumentar epik terbaru dari Christopher Nolan, sukses box office di India, meraup 3,6 juta dolar AS dalam dua hari pertama peluncurannya, mengungguli "Barbie", yang mengumpulkan 1,2 juta dolar AS. Namun sebuah adegan seks di dalamnya yang menampilkan kalimat dari kitab "Bhagavad Gita", baru-baru ini telah memicu protes dari kalangan Hindu-kanan di India.
Dilaporkan oleh Variety, adegan seks tersebut menampilkan Cillian Murphy sebagai "Bapak Bom Atom" Robert Oppenheimer dan Florence Pugh sebagai Jean Tatlock. Di tengah hubungan badan, Tatlock berhenti lalu bangkit dan pergi ke rak dan mengambil buku "Bhagavad Gita". Saat hubungan intim dilanjutkan, ia meminta Oppenheimer untuk membacanya .
"Saya menjadi Kematian, penghancur dunia," kutip Oppenheimer dari "Bhagavad Gita" .
Sebanyak 700 ayat "Bhagavad Gita" secara harfiah firman dewa, adalah bagian dari epik India "Mahabharata" dan terdiri dari dialog di medan perang antara Arjuna dan dewa Krishna karena yang pertama mengalami dilema moral.
Penonton India berbondong-bondong untuk melihat "Oppenheimer" dalam format Imax dan format lain dari pertunjukan yang dimulai sejak pukul 3 pagi, karena Nolan adalah daya tarik besar di negara tersebut. Dan gelombang protes dimulai di media sosial langsung muncul setelah itu.
Diantaranya adalah Uday Mahurkar, jurnalis yang ditunjuk oleh pemerintah India sebagai komisaris informasi pada 2020. Mahurkar juga merupakan pendiri Yayasan Save Culture Save India.
Dalam surat yang ditujukan kepada Nolan di Twitter, Mahurkar menulis atas nama yayasan.
"Telah menjadi perhatian kami bahwa film 'Oppenheimer' berisi adegan yang membuat serangan pedas terhadap agama Hindu. Sesuai laporan media sosial, sebuah adegan dalam film tersebut menunjukkan seorang wanita membuat seorang pria membacakan Bhagwad Geeta dengan lantang sambil melupakannya dan melakukan hubungan seksual. Dia memegang Bhagwad Geeta di satu tangan, dan tangan lainnya tampaknya menyesuaikan posisi organ reproduksinya. Bhagwad Geeta adalah salah satu kitab suci Hindu yang paling dihormati," tuturnya.
"Kami tidak tahu motivasi dan logika di balik adegan yang tidak perlu dalam kehidupan seorang ilmuwan ini. Tapi ini adalah serangan langsung terhadap keyakinan agama dari satu miliar umat Hindu yang toleran, lebih tepatnya mengobarkan perang terhadap komunitas Hindu dan tampaknya menjadi bagian dari konspirasi yang lebih besar oleh pasukan anti-Hindu," ujarnya.
Dalam sebuah pernyataan Komisaris Informasi India, Sabtu (22/7), Uday Mahurkar, mengatakan, adegan itu merupakan serangan terhadap umat Hindu.
"Kami percaya bahwa jika Anda menghapus adegan ini dan melakukan yang diperlukan untuk memenangkan hati umat Hindu, itu akan sangat membantu untuk membangun kredensial Anda sebagai manusia yang peka dan memberi Anda persahabatan dengan miliaran orang baik".
Sementara itu, NDTV yang mengutip sebuah sumber melaporkan bahwa, Menteri Informasi dan Penyiaran India, Anurag Thakur telah meminta agar adegan seks di "Oppenheimer", yang menampilkan kalimat dari kitab suci Hindu "Bhagavad Gita", dihapus.
Ini bukan pertama kalinya kutipan dari "Bhagavad Gita" digunakan dalam film Hollywood. Sebuah adegan pesta seks dalam film terakhir Stanley Kubrick "Eyes Wide Shut" (1999) menampilkan baris-baris "Untuk perlindungan orang bajik, untuk penghancuran kejahatan dan untuk penegakan Dharma yang kokoh, saya lahir dan berinkarnasi di Bumi, dari zaman ke zaman." Menyusul protes dari kelompok Hindu, studii Warner Bros. mengedit kalimat tersebut.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Awas Bahaya Mengintai! Guru Besar UI Wanti-wanti Polusi Kemarau Bisa Memicu Kerusakan Paru-paru! Ini Cara Mencegahnya
-
Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Seorang Pemimpin Geng Duduk di Kursi Terdakwa
-
Jelang HUT 81 RI, Satpol PP DKI Siagakan 940 Personel Kawal Kirab Bendera hingga Karnaval
-
Pemprov Banten Ajak Matahari Pagi Indonesia Jadi Mitra Strategis Kawal Aspirasi Masyarakat.
-
Penurunan jumlah penduduk miskin DKI Jakarta
-
Apa Itu Desil 1-10 yang Akan Dipakai untuk Batasi Beli Pertalite?
-
Belanja Saja Tak Cukup, Kemendag Minta Festival Terhubung dengan Pariwisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.