Menteri G20 Gagal Capai Konsensus tentang Bahan Bakar Fosil dan Rusia

Minggu, 23 Jul 2023, 09:44 WIB

GANDHINAGAR - Pertemuan para menteri energi Kelompok Dua Puluh (G20) di India berakhir tanpa konsensus tentang pengurangan bertahap bahan bakar fosil, menambah lambatnya kemajuan diplomasi iklim menjelang pertemuan penting tahun ini.

Disiarkan The Straits Times, beberapa negara menyepakati perlunya mengurangi penggunaan minyak dan gas secara bertahap, yang lainnya berpendapat bahwa kekhawatiran atas emisi dapat diatasi dengan teknologi penghilangan karbon, menurut dokumen hasil pertemuan tersebut.

Ket. Foto: Para menteri energi G20 bertemu di India saat cuaca ekstrem menghantam sebagian Eropa, Asia, dan AS. — Sumber: ST/AFP

"Beberapa negara dari Timur Tengah merasa bahwa masalah emisi dapat diatasi dengan teknologi seperti penangkapan, penggunaan dan penyerapan karbon (CCUS) atau teknologi pengurangan lainnya," kata Menteri Energi India Raj Kumar Singh kepada wartawan setelah pertemuan. "Kedua jalur itu baik-baik saja."

"Pada umumnya, semua anggota memiliki pemahaman yang sama tentang perlunya mengatasi perubahan iklim," tambah Singh.

Pembicaraan pada hari Sabtu di provinsi pesisir Goa dimaksudkan untuk mengatur transisi energi menjelang pertemuan para pemimpin G20 pada September mendatang dan forum COP28 di Dubai pada Desember.

Para menteri bertemu saat cuaca ekstrem melanda sebagian Eropa, Asia, dan AS, termasuk gelombang panas yang telah memecahkan rekor suhu dan menyebabkan kematian di India dan tempat lain. Hal itu mendorong tuntutan untuk tindakan iklim yang lebih mendesak, dan agar negara-negara membuat komitmen yang lebih besar untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius.

Pembicaraa antara AS dan Tiongkok - dua penghasil emisi terbesar dunia - gagal membawa kemajuan besar, meskipun negara-negara tersebut akan mempercepat diskusi dan menemukan kesepakatan tentang perlunya mengurangi penggunaan batubara, kata utusan iklim AS John Kerry.

Para pejabat di Goa juga gagal menyepakati bahasa yang sama untuk mengkritik Rusia atas invasinya ke Ukraina pada 2022, yang mengacaukan rantai pasokan global dan menghantam pasokan energi ke banyak negara.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck menyerang Deputi Pertama Menteri Energi Rusia Pavel Sorokin karena mempromosikan "pandangan dunia yang bengkok" tentang asal mula krisis energi, dan untuk perang di Ukraina secara umum.

Rusia dan Arab Saudi keberatan dengan kesepakatan untuk melipatgandakan kapasitas pembangkit terbarukan pada 2030, dan Tiongkok mencegah peningkatan kerja sama dalam bahan baku penting, menurut Habeck.

Ada juga kebulatan suara dalam memobilisasi pembiayaan berbiaya rendah untuk transisi energi, pengembangan teknologi seperti hidrogen bersih, penyimpanan energi serta penyediaan akses energi universal, menurut dokumen pertemuan.

Kelompok tersebut juga setuju untuk mempertimbangkan hidrogen biru - yang diproduksi dalam proses yang memancarkan karbon dioksida yang diasingkan - setara dengan hidrogen hijau.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.