Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahfud Terima Masukan Perwakilan Buruh Asean

📅 Sabtu, 22 Jul 2023, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mahfud Terima Masukan Perwakilan Buruh Asean Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi kemenko polhukam
Ket. Terima Masukan -- Menko Polhukan RI Mahfud MD menerima masukan perwakilan buruh dari ASEAN Trade Union Council (ATUC) dan beberapa negara lainnya mengenai perlindungan hak pekerja dan keselamatan buruh saat dua pihak bertemu di Jakarta, Rabu (19/7).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerima masukan perwakilan buruh dari Asean Trade Union Council (ATUC) dan beberapa negara lainnya mengenai perlindungan hak pekerja dan keselamatan buruh.

"Berkaca dari pengalaman Indonesia, pemerintah RI selalu melibatkan kelompok buruh dalam pembahasan mengenai perlindungan dan peningkatan kesejahteraan," kata Mahfud MD yang juga bertugas sebagai Ketua Dewan Bidang Politik dan Keamanan Asean pada tahun ini, sebagaimana dikutip dari siaran tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/7) kemarin.

Dalam pertemuan dengan delegasi buruh di Jakarta, Rabu (19/7), kata dia, pemerintah RI selama ini tidak akan meninggalkan kaum buruh dan akan selalu melakukan dialog dengan kaum buruh ketika menghadapi masalah sosial yang terkait dengan perburuhan.

Asean Trade Union Council berharap Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Asean 2023 dapat mendorong negara-negara anggota untuk memperkuat perlindungan para pekerja di kawasan.

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud mengatakan bahwa negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada bulan Mei 2023, juga sepakat untuk bekerja sama melindungi kelompok pekerja, terutama mereka yang rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Presiden Asean Trade Union Council Andi Gani Nena Wea, yang mewakili delegasi buruh dalam pertemuan itu bersama perwakilan kelompok buruh dari Belgia, Malaysia, dan Jepang, juga menyampaikan keprihatinan mengenai tekanan yang dialami serikat buruh di Myanmar.

Delegasi itu terdiri atas perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) Belgia Monina Wong, perwakilan Japan Trade Union Council (JTUC) Yoshiko Norimatsu, perwakilan ITUC Asia Pacific Patuan Patuan Samosir, Apolinar Tolentino dari BWI Internasional Malaysia, dan Khaing Zar Aung dari CTUM Myanmar.

Terkait dengan itu, Mahfud mengungkapkan bahwa ketegangan di Myanmar juga menyulitkan banyak pihak, termasuk pemerintah RI, untuk melindungi pekerjanya di negara tersebut, terlebih mereka yang menjadi korban TPPO.

Walaupun demikian, Mahfud menilai kaum buruh harus memperkuat kerja sama dan aliansinya agar tidak mudah ditekan oleh pihak lain. "Peranan buruh dalam mendukung kehidupan demokrasi, termasuk di Indonesia. Kaum buruh di mana pun perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, dan mereka tidak lagi bisa ditekan, termasuk di Myanmar," kata Mahfud MD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.