Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vingegaard Makin Dekati Gelar

📅 Jumat, 21 Jul 2023, 07:03 WIB | Oleh:
Vingegaard Makin Dekati Gelar Doc: Marco BERTORELLO / AFP
Ket. Memimpin Klasemen I Pembalap Jumbo-Visma Jonas Vingegaard memimpin klasemen bersepeda di turunan Cormet de Roselend saat etape ke-17 balap sepeda Tour de France ke-110, berjarak 166 km antara Saint-Gervais Mont-Blanc dan Courche­vel, di Pegunungan Alpen, Prancis, Kamis (20/7) dini hari WIB.

COURCHEVEL - Jonas Vingegaard memimpin dengan kokoh di puncak klasemen keseluruhan Tour de France ketika saingan utamanya, Tadej Pogacar, kehilangan hampir enam menit di tanjakan terberat, Kamis (20/7) dini hari WIB. Pembalap Austria, Felix Gall, dari tim AG2R-Citroen, memenangkan etape 17 yang juga disebut sebagai etape "Ratu" dengan tanjakan di Alpen sejauh 69 km. Gall unggul di depan Simon Yates.

Juara bertahan Vingegaard dari tim Jumbo Visma meningkatkan keunggulannya di klasemen keseluruhan menjadi 7 menit 35 detik. Pogacar berada di posisi kedua dan rekan setimnya di UEA Adam Yates naik ke posisi ketiga dengan waktu 10 menit 45 detik. Setelah balapan, Vingegaard berjalan-jalan di sekitar paddock dengan menggendong putrinya, sedangkan Pogacar duduk di atas tumpukan ban sambil menatap ke tanah.

"Saya tidak tahu yang terjadi di dasar tanjakan. Saya sangat kecewa," ujar Pogacar yang tertinggal di awal etape. Setelah mencium cincin kawinnya saat melewati garis finis, Vingegaard ditanya apakah telah memenangkan Tour.

"Saya kira begitu. Saya unggul lebih dari tujuh menit sekarang. Jadi sangat senang," ujar pembalap berusia 26 tahun yang menjuarai Tour de France 2022 itu. "Tapi belum sampai di Paris. Tadej tidak akan pernah menyerah. Anda tahu itu," sambungnya.

Pembalap Ineos Carlos Rodriguez tergelincir ke urutan keempat di etape sebelumnya, kali ini sedikit ketinggalan lagi. Rodriguez 1 menit 16 detik di belakang Adam Yates dan 18 detik di depan Simon Yates dari tim Jayco Alula. Setelah Vingegaard mengalahkan Pogacar di individual time trial hari sebelumnya, pembalap Slovenia itu bertekad melawan, dengan mengharapkan cuaca buruk.

Tapi badai berlalu saat dini hari dan balapan dari Saint-Gervais Mont Blanc ke Courchevel berlangsung dalam panas yang membakar. Dengan sisa sekitar 7 km dari tanjakan terakhir ke Col de la Loze, Pogacar mengatakan kepada radio timnya, "Saya mati, tidak bisa melanjutkan."

Vingegaard melewatinya, Adam Yates, dibebaskan dari tugasnya membantu Pogacar. Pogacar mengatakan kecewa melihat saingan menjauh darinya. Ada begitu banyak insiden terjadi sejauh ini, peninjauan keamanan mungkin dilakukan. Perancang balap Thierry Gouvenou tampak marah saat turun dari mobil di garis finis.

Di etape 18, balapan kembali ke medan datar, setelah empat etape epik di Pegunungan Alpen yang akan menjadi kenangan tersendiri di Tour de France tahun ini. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.