Separuh Dunia Tenggelam dalam Bencana Pembangunan karena Krisis Utang

Sabtu, 15 Jul 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, baru-baru ini menekankan perlunya aksi sesegera mungkin mereformasi sistem keuangan global untuk mengatasi krisis utang yang terjadi saat ini.

Pernyataan Guterres itu disampaikan saat peluncuran laporan terbaru oleh Kelompok Tanggap Krisis Global PBB (UN Global Crisis Response Group), berjudul "A World of Debt".

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres — Sumber: TRINIDAD EXPRESS NEWSPAPER/AFP

"Separuh dunia kita tenggelam dalam bencana pembangunan, yang dipicu oleh krisis utang yang menghancurkan," kata Guterres dalam pesannya pada laporan tersebut.

Dia menyatakan sekitar 3,3 miliar orang atau hampir separuh dari umat manusia, tinggal di negara-negara yang membelanjakan lebih banyak anggarannya untuk pembayaran bunga utang daripada untuk pendidikan atau kesehatan.

Hal itu sebagai kegagalan sistemik, karena beberapa negara termiskin dipaksa memilih antara membayar utang atau membelanjakan uangnya untuk rakyat mereka. "Mereka hampir tidak memiliki ruang fiskal untuk investasi penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau transisi ke energi terbarukan," katanya.

Pada 2022 lalu, papar Guterres, utang publik global menyentuh rekor 92 triliun dollar AS, dengan negara berkembang memikul jumlah yang tidak proporsional. Pangsa pasar yang tumbuh dipegang oleh kreditur swasta yang membebankan suku bunga setinggi langit ke banyak negara berkembang.

Rata-rata, negara-negara Afrika membayar pinjaman empat kali lipat lebih banyak dibandingkan AS dan delapan kali lebih banyak daripada negara-negara Eropa terkaya.

"Ini salah satu hasil dari ketidaksetaraan yang terbangun dalam sistem keuangan global kita yang sudah ketinggalan zaman, yang mencerminkan dinamika kekuatan kolonial pada era ketika sistem itu diciptakan," kata Guterres.

Sistem itu belum memenuhi mandatnya sebagai jaring pengaman untuk membantu semua negara mengelola rangkaian guncangan tak terduga saat ini termasuk pandemi Covid-19, dampak krisis iklim, dan konflik bersenjata di Ukraina.

Reformasi mendalam pada sistem keuangan global tidak akan terjadi dalam semalam, tetapi ada banyak langkah yang dapat diambil saat ini. "Aksi tidak akan mudah, namun aksi itu penting dan mendesak," kata Guterres.

Masa Depan Dunia

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan Indonesia harus berkontribusi dalam aksi global untuk mereformasi sistem keuangan global.

"Itu adalah seruan penting untuk masa depan dunia. Indonesia harus terlibat karena saat ini Indonesia memimpin Asean," kata Maruf.

Di internal, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan fiskal yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, terutama pengelolaan utang pemerintah maupun BUMN secara hati-hati. "Indeks korupsi kita masih tinggi. Artinya, utang belum dibelanjakan dengan baik," katanya.

Sementara itu, peneliti ekonomi Core, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan peningkatan beban utang di negara miskin kurang baik dalam konteks jangka panjang. Sebab itu, seruan aksi mereformasi sistem keuangan global sangat relevan dilakukan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.