Rusia Makin Terjepit, Bom Tandan Pasokan AS Telah Sampai di Ukraina

Sabtu, 15 Jul 2023, 00:05 WIB

Washington - Rusia makin terjepit, bom tandan yang dipasok Amerika Serikat dan sekutu yang dimaksudkan untuk mendukung serangan balasan Ukraina terhadap Rusia yang sedang berlangsung telah dikirim ke negara itu, menurut keterangan Pentagon pada Kamis.

Letnan Jenderal Douglas Sims, direktur operasi untuk Kepala Staf Gabungan, mengatakan bom tandan(cluster munition) AS telah sampai di Ukraina setelah diumumkan pada awal bulan sebagai bagian dari paket senjata senilai USD 800 juta (sekitar IDR 12 trilyun), di tengah kekhawatiran atas warisan mematikan bom tersebut yang abadi di medan perang meski perang telah berakhir.

Lebih dari 100 negara menandatangani konvensi 2008 untuk melarang produksi, penyimpanan, penggunaan dan pemindahan bom tandan, yang melepaskan sejumlah besar bom kecil yang dapat menghancurkan daerah yang luas.

Amunisi "Dud", atau bom kecil yang gagal meledak telah menewaskan dan membuat cacat warga sipil di medan perang yang luas di mana bom itu digunakan, terkadang beberapa dekade sejak pertama kali digunakan.

Hal tersebut terbukti di Asia tenggara dimana AS menjatuhkan ratusan juta bom tandan selama perang Vietnam.

Pemerintahan Bidenmenyatakan tingkat kegagalan meledak untuk jenis bom tandan yang dikirim ke Kiev jauh lebih rendah daripada model sebelumnya, atau dari yang digunakan Rusia saat ini.

Sims mengatakan pejabat Ukraina "memahami dan mengerti potensi adanya bom yang gagal meledak yang dalam hal ini sangat, sangat rendah."

"Kami juga mengetahui bahwa Rusia telah menggunakan senjata demikian terhadap masyarakat sipil, yang merupakan perbedaan signifikan dari apa yang akan dilakukan Ukraina," kata Simskepada wartawan.

Ia menjelaskan Ukraina berniat menggunakan bom tandan dalam lingkungan taktis untuk melawan Rusia dan bukan kepada masyarakat sipil.

Presiden AS Joe Biden secara terpisah menandatangani perintah eksekutif untuk membuka pintu bagi tiga ribu tentara cadangan yang dikirim untuk menyokong aktivitas militer di Eropa yang mulai menanggapi perang Rusia di Ukraina.

Juru bicara Pentagon Patrick Rydermenyatakan bahwa pasukan baru ini tidak boleh dilihat sebagai tambahan dari yang sudah ada di lapangan, namun sebaliknya dimaksudkan untuk "menguatkan" aktivitas yang sedang berlangsung di sana.

"Otoritas ini akan memungkinkan departemen untuk lebih mendukung dan mempertahankan tingkat keberadaan dan operasinya di US-EUCOM AOR," katanya, mengacu pada bidang yang bertanggung jawab.

Ryder menambahkan bahwa perintah Biden "menyediakan tambahan akses bagi tentara cadangan, termasuk Garda Nasional dan Cadangan Militer.

Mengenai perang di Ukraina itu sendiri, ia mengatakan intelijen AS menunjukkan kelompok Wagner saat ini tidak melakukan operasi penting di Ukraina setelah mengadakan pemberontakan terhadap kepemimpinan militer Rusia.

"Mayoritas pasukan yang kami nilai masih berada di wilayah pendudukan Rusia di Ukraina, tetapi secara efektif tidak lagi beroperasi," kata Ryder.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.