Otorita IKN Ciptakan Kota Hutan Berkelanjutan Libatkan Konservasi, Komunitas, dan Warga

Jumat, 14 Jul 2023, 12:25 WIB

BUKIT BANGKIRAI - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengajak tiga organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yaitu World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Yayasan Jejak Pulang, dan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) untuk bekerja sama membangun IKN yang selaras dengan kelestarian alam melalui konsep Sustainable Forest City (Kota Hutan Berkelanjutan),

Keterlibatan tiga LSM ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur, pada Rabu (12/7/2023).

Ket. Foto: Kepala Otorita IKN Bambang Susantono (kanan) bersama Direktur Eksekutif WWF Indonesia Aditya Bayunanda usai penandatangan Mou Kerjasama di Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur pada 12 Juli 2023. — Sumber: KORAN JAKARTA/ISTIMEWA

"Hari ini kita ingin memulai satu langkah dari sekian juta langkah yang harus kita lakukan dalam rangka menyelamatkan 'the mother earth', ibu bumi kita, dan juga keberlangsungan dari satu ekosistem di planet yang kita cintai," kata Kepala OIKN Bambang Susantono saat penandatanganan Kesepahaman Kemitraan untuk Konservasi Lingkungan dan Satwa Liar ini.

Bambang mengatakan diperlukan keseimbangan keanekaragaman hayati, keseimbangan lingkungan dalam membangun IKN untuk menjadi Kota Hutan Berkelanjutan yang merupakan konsep baru di dunia. Konsep kota hutan melambangkan kekayaan luar biasa yang perlu dipadukan dengan ilmu-ilmu modern, sehingga akan ada banyak hal yang dikembangkan dalam membangun IKN.

Bambang juga menjelaskan, pembangunan IKN perlu mempertimbangkan tiga isu yang dikampanyekan secara global. Pertama, perubahan iklim yang sangat nyata terjadi. Kedua, masalah lingkungan tentang bagaimana hidup berdampingan antara manusia, alam, dan budaya. Ketiga, keanekaragaman hayati. Untuk itu, OIKN mengundang semua pihak untuk bekerja sama dalam membangun IKN.

BOSF sebagai salah satu organisasi nirlaba di Indonesia yang melindungi dan melestarikan orangutan, menyambut baik atas inisiatif kerja sama yang dilakukan OIKN untuk melindungi ekosistem lingkungan termasuk satwa orangutan.

"Orangutan, sebagai satu-satunya spesies kera besar di Asia memainkan peran sentral dalam menjaga keseimbangan alam di hutan Borneo yang kaya akan keanekaragaman hayati. Mereka adalah makhluk yang luar biasa dan langka, namun sayangnya populasinya menurun akibat aktivitas manusia yang mengabaikan aspek kehidupan satwa," kata Sekretaris BOSF Riana Andam Dewi.

Kerja sama dengan OIKN, kata dia, menjadi langkah penting bagi BOSF karena dapat meningkatkan kolaborasi dan aksi nyata dalam konservasi, perlindungan habitat, rehabilitasi orangutan, melepas-liarkan orangutan, serta rehabilitasi lahan kritis dengan peran serta aktif masyarakat sekitar.

Respons positif juga diungkapkan ketua Yayasan Jejak Pulang Juliarta Bramansa Ottay. Ia berharap kerja sama dengan OIKN dapat memberikan model bagi Indonesia dan dunia, bahwa manusia bisa menemukan pola hidup bersama dengan alam. "Melalui kerja sama ini, besar harapan kami IKN sebagai kota Nusantara akan menjadi kota berbudaya Indonesia yang mempunyai hubungan baik dengan lingkungannya, sebagaimana diteladani oleh leluhur kita, dan yang kita impikan di masa depan," katanya.

Yayasan Jejak Pulang adalah organisasi rehabilitasi orangutan yang berdiri sejak 2014 di Samboja, Kalimantan Timur. Saat ini yayasan ini mempekerjakan 90 orang, di mana 90 persennya adalah warga lokal yang membantu 13 orangutan agar bisa kembali ke alam liar.

Yayasan WWF Indonesia juga menyambut baik rencana pembangunan IKN dan kerja sama dalam menjaga keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. "Kami merasa bangga dapat ikut berpartisipasi dan mewujudkan IKN sebagai ibu kota yang hijau, dalam bentuk ibu kota hutan yang dapat berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan," ungkap Direktur Eksekutif Yayasan dan CEO WWF Indonesia Aditya Bayunanda.

Aditya menambahkan untuk mencapai cita-cita IKN sebagai Kota Hutan Berkelanjutan, IKN memerlukan daya dukung ekosistem yang mumpuni. Diperlukan perencanaan yang baik agar dapat memitigasi dampak terhadap kehidupan satwa liar, masyarakat setempat, dan lingkungan sekitar IKN.

"Sebagai salah satu pendukung ekosistem terbesar yang diperlukan untuk menjamin keberlanjutan ini, tentu saja kita juga berada di wilayah yang disebut 'Jantung Kalimantan', sehingga ini menjadi wujud penting bagi kita secara bersama-sama menjaga lansekap di dalam ibu kota baru kita ini," tambahnya.

WWF Indonesia akan mendukung pembangunan IKN dalam bentuk penyediaan kapasitas, analisa, serta alat untuk melakukan monitoring, dan juga pengelolaan keanekaragamanhayati.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.