Khofifah: Guru Bahasa Daerah Ujung Tombak Pembangunan Karakter
Kamis, 13 Jul 2023, 06:40 WIBGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa para guru bahasa daerah, khususnya yang ada di wilayah provinsi setempat, merupakan ujung tombak pembangunan karakter dan pelestarian budaya bagi para siswa.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (11/7), Khofifah mengatakan bahwa guru bahasa daerah harus mampu mengajarkan karakter penuh kearifan di tengah gencarnya arus teknologi digital yang menggerus berbagai kearifan lokal.
"Guru bahasa tidak sekedar transfer of knowledge, tapi harus bisa transfer of attitude, juga transfer of value," kata Khofifah dalam Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Daerah Jenjang SMA Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2023.
Khofifah menjelaskan pengaruh teknologi digital yang berkembang saat ini sedikit banyak memberikan dampak kepada generasi muda, seperti cara berbicara untuk menyampaikan pesan dengan sosok yang lebih tua kurang terjaga. Menurut dia, peranan para guru, khususnya bahasa daerah tersebut, harus mampu menguatkan pembangunan karakter tentang bagaimana tata krama yang harus dijaga oleh generasi muda dalam menyampaikan pesan kepada sosok yang lebih tua.
"Seperti cara berbicara atau menyampaikan pesan dengan sosok yang lebih tua, seumuran, dan yang lebih muda. Ada tata krama yang harus dijaga," kata Gubernur Jatim.
Khofifah pun menambahkan langkah untuk transfer of attitude merupakan ruh dari semua keilmuan. Karena tingginya ilmu tanpa diikuti perilaku dan sikap yang baik akan menurunkan derajat keilmuan itu sendiri.
Pelajaran bahasa daerah memang masuk dalam kategori muatan lokal. Namun, bahasa daerah dinilai mampu mengajarkan nilai dan norma kehidupan sosial, sampai norma kehidupan kebangsaan dan tata krama nasional.
Khofifah menambahkan tuntutan bersikap sopan santun ada pada akar budaya dan diekspresikan melalui pelajaran bahasa dan budaya daerah. Salah satu hal yang menjadi fokus saat ini adalah komunikasi antara guru dan murid yang dibangun setara, tetapi harus tetap menjaga sopan santun.
"Guru harusnya menjadi panutan dan teladan dan memberikan contoh karakter yang baik. Guru harus menjadi sosok yang siap untuk digugu (dipercaya) dan ditiru," ujar Khofifah
Oleh karena itu, Khofifah meminta ada satu hari dalam sepekan untuk berpakaian dan berbahasa daerah. Sebab, bahasa dan budaya adalah dua unsur interaksi sosial yang harus dijaga kelestariannya.
Khofifah berharap para guru selain mendidik anak-anak untuk cakap berbahasa daerah, juga mampu membuat mereka memahami akar budaya dan nilai-nilai sosial budaya serta kearifan masing-masing daerah.
"Mari kita pahami semua produk budayanya. Terutama tata krama dan sopan santun yang menjadi bagian penting sebagai representasi budaya Jawa Timur," ujar dia. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rupiah Keok, Dolar AS Tembus Rp16.829, Cek Penyebabnya di Sini
-
Khofifah dan Sherly Bahas Strategi Tekan Biaya Logistik Bahan Pokok
-
Phoenix Suns Tumbangkan Orlando Magic dengan Skor 113-110
-
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Wisatawan Hilang di Papuma Jember
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Ikuti FGD Reformulasi Gerilya Udara Hadapi Perang Berlarut
-
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
-
Ramadan Momentum untuk Memperkuat Pendidikan Karakter Siswa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.