Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Bogor Diajak Kurangi Sampah Plastik

📅 Senin, 10 Jul 2023, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Bogor Diajak Kurangi Sampah Plastik Doc: ANTARA/HO/Pemkot Bogor
Ket. Wali Kota Bogor, Jawa Barat Bima Arya Sugiarto saat memasukkan sampah botol plastik ke mesin penukar saat peringatan hari lingkungan hidup sedunia tingkat Kota Bogor di Alu-alun kota, Jumat (7/7).

KOTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menerima bantuan mesin penukar botol plastik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan untuk membantu membangun kesadaran dan perspektif masyarakat dalam mengurangi sampah plastik yang tidak mudah terurai.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menekankan konsistensi, edukasi, dan inovasi dalam mengurangi sampah plastik yang serius oleh jajaran pemerintahan bukan hanya seremonial belaka agar kegiatan yang dilaksanakan optimal membangun kesadaran masyarakat.

"Jadi, bukan hanya ingin menyenangkan pimpinan atau hanya program keren-kerenan. Tapi ini serius, nomor satu itu konsistensi," tegas Bima Arya saat memperingati hari lingkungan hidup sedunia tingkat Kota Bogor di alun-alun kota, pekan lalu.

Menurut Bima Arya, urusan plastik tidak mudah karena banyak faktor yang menyebabkan menumpuk sampah plastik, di antaranya kepentingan ekonomi para pengusaha, ada kemalasan warga, faktor teknologi yang kurang serta hal lain.

Semua perangkat daerah Pemkot Bogor ditegaskan Bima Arya harus konsisten, bukan seremoni, tetapi substansi dan dilaksanakan secara serius.

Edukasi yang dilakukan pun tidak sekadar mengurangi sampah plastik, tetapi juga edukasi mengurangi penggunaan plastik memiliki efek yang dahsyat bagi kesehatan dan kehidupan umat manusia.

Bima mengemukakan dampak dari plastik atau sampah plastik yang diceritakan dalam film Pulau Plastik. Tidak sedikit zat-zat mikro plastik yang terkandung dalam ikan laut yang dikonsumsi masyarakat dan dalam jangka beberapa tahun bisa menyebabkan penyakit kanker maupun yang lain.

Ia menyampaikan edukasi yang dilakukan harus berkesinambungan, sebab jika tidak, akan kalah oleh produsen-produsen tersebut. Larangan membuang sampah plastik yang disampaikan harus diimbangi dengan langkah untuk mengelola sampah plastik menjadi sesuatu yang memiliki nilai sehingga masyarakat menjadi paham dan sadar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.