Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jasper Philipsen Menangi Etape Ketiga Tour de France

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 07:10 WIB | Oleh:
Jasper Philipsen Menangi Etape Ketiga Tour de France Doc: Anne-Christine POUJOULAT / AFP
Ket. Philipsen Berselebrasi I Pembalap Belgia dari Alpecin-Deceuninck, Jasper Philipsen, berselebrasi saat posisi ada di depan pembalap Belgia dari Jumbo-Visma, Wout Van Aert (kanan), menuju garis finis untuk memenangi etape ke-3 balap sepeda Tour de France edisi ke-110, 193,5 kilometer antara Amorebieta-Etxano di Spanyol dan Bayonne di Prancis, Senin (3/7).

BAYONNE - Pembalap sepeda spesialis sprint asal Belgia, Jasper Philipsen, menunjukkan keterampilannya mengendalikan kecepatan dengan memenangkan etape ketiga Tour de France, Selasa (5/7) dini hari WIB. Philipsen memicu ejekan tahun lalu karena merayakan kemenangan etape padahal Wout van Aert yang finis lebih dulu.

Tapi kali ini, pembalap berusia 25 tahun itu finis di urutan pertama saat Tour de France di Prancis setelah dua hari berlangsung di negara bagian Basque Spanyol. Pembalap dari tim Alpecin-Deceuninck sempat khawatir ketika komisaris lomba meninjau rekaman video untuk memeriksa apakah dia tidak menyimpang dari rute ketika memotong rekan senegaranya Van Aert.

Dalam beberapa menit yang mencemaskannya, Philipsen mengamati layar kecil di area protokol sebelum memastikan kemenangannya atas Phil Bauhaus dari Jerman dan Caleb Ewan dari Australia disahkan. "Itu menegangkan," ujar Philipsen setelah kemenangan ketujuhnya musim ini. "Saya tahu sisi kanan adalah yang paling mudah. Ketika memimpin, saya mencoba untuk mengambil jalan terpendek. Saya senang dengan tim dan terutama Mathieu van der Poel membawa keluar untuk itu," sambungnya.

Van Aert finis kelima setelah balapan sejauh 193,5 km dari Amorebieta-Etxano ke Bayonne di Prancis barat daya. "Sulit untuk mengatakan apakah sprintnya adil. Sayangnya, saya tidak bisa menyelesaikan sprint," ujar pembalap tim Jumbo-Visma, van Aert.

"Untungnya saya selamat. Itu yang paling penting. Besok mungkin akan ada kesempatan lagi dalam sprint massal," sambungnya. Mark Cavendish finis di urutan keenam dan melewatkan kesempatan pertama untuk mematahkan rekor kemenangan etape TdF sebanyak 34 kali yang dia pegang bersama dengan legenda balap sepeda asal Belgia, Eddy Merckx.

Namun, pembalap asal Inggris itu akan dapat mencoba peruntungannya di etape keempat dengan sprint di rute sejauh 182 km. Pembalap Inggris, Adam Yates, dari UEA Team Emirates mempertahankan keunggulan keseluruhan di depan rekan setimnya dari Slovenia, Tadej Pogacar. Juara TdF 2020 dan 2021, tetap berada di urutan kedua dan mengenakan jersey putih sebagai pembalap muda terbaik.

"Memiliki dua pembalap dengan jersey kuning dan putih akan membantu kami saat etape tanjakan sesungguhnya dimulai etape 5 dan 6," ujar Yates. Pogacar mengatakan jelang finis balapan berlangsung ketat. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.