Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setujui Postur Makro Fiskal 2024, Banggar DPR RI: Arsitektur 2024 Didesain untuk Dorong Reformasi Struktural

📅 Selasa, 04 Jul 2023, 14:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setujui Postur Makro Fiskal 2024, Banggar DPR RI: Arsitektur 2024 Didesain untuk Dorong Reformasi Struktural Doc: ANTARA/ Imamatul Silfia.
Ket. Wakil Ketua Banggar DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan pemaparan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-28 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2022-2023 dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2024 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (4/7/2023).

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui postur makro fiskal yang dijadikan acuan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF).

Kesepakatan tersebut diumumkan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-28 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2022-2023 dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2024 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2024 di Badan Anggaran DPR RI.

"Arsitektur 2024 didesain untuk mendorong reformasi struktural dalam rangka mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Wakil Ketua Banggar DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Jakarta, Selasa (4/7).

Secara rinci, kesepakatan postur makro fiskal 2024 yang ditetapkan adalah pendapatan negara pada 2024 sebesar 11,88 persen hingga 12,38 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari usulan KEM PPKF sebelumnya yang berada pada kisaran 11,81 persen hingga 12,38 persen.

Pendapatan negara terdiri dari perpajakan yang disepakati pada level 9,95 persen hingga 10,20 persen terhadap PDB dari yang sebelumnya 9,91 persen hingga 10,18 persen. Kemudian, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) disepakati pada kisaran 1,92 persen hingga 2,16 persen terhadap PDB dari 1,90 persen hingga 2,18 persen. Hibah disepakati tetap pada level 0,01 persen hingga 0,02 persen.

Belanja negara disepakati pada level 14,03 persen hingga 15,01 persen terhadap PDB dari 13,97 persen hingga 15,01 persen. Belanja negara mencakup belanja pusat di level 10,49 persen hingga 11,36 persen terhadap PDB dari 10,43 persen hingga 11,37 persen serta transfer ke daerah di level 3,55 persen hingga 3,65 persen terhadap PDB dari 3,54 persen hingga 3,65 persen.

Keseimbangan primer di level 0,0035 persen hingga 0,428 persen dari 0,003 persen hingga 0,429 persen. Defisit tetap di level 2,16 persen hingga 2,64 persen.

Adapun pembiayaan disepakati pada level 2,16 persen hingga 2,64 persen yang mencakup utang netto 2,46 persen hingga 3,41 persen, investasi netto 0,3 persen hingga 0,67 persen, dan rasio utang 38,07 persen hingga 38,97 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.