Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbedaan Waktu Idul Adha Jadi Kesempatan Hargai Perbedaan

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbedaan Waktu Idul Adha Jadi Kesempatan Hargai Perbedaan Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Sekjen Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Amirsyah Tambunan usai mengikuti Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (28/6/2023).

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekum MUI), Amirsyah Tambunan menyebut perbedaan waktu Hari Raya Idul Adha pada 28 Juni dan 29 Juni justru menjadi kesempatan untuk saling menghargai perbedaan.

Amirsyah mengatakan Hari Raya Idul Adha kali ini sudah sepatutnya dimaknai sebagai bagian dari momentum kesyukuran terhadap bangsa dan negara yang saat ini menyelenggarakan Idul Adha pada dua waktu yang berbeda, yakni tanggal 28 Juni dan 29 Juni.

"Momentum Idul Adha kali ini kita memaknai dengan saling menghargai dan menghormati perbedaan. Kalau tidak ada perbedaan, tidak muncul pertanyaan bagaimana menyikapi (perbedaan)," kata Amirsyah saat ditemui wartawan usai Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (28/6).

Ia menjelaskan melalui perbedaan hari raya ini, muncullah satu penegasan untuk saling menghargai dan menghormati. Tujuannya untuk kita bersama sama memperoleh ada hikmah di dua perbedaan.

"Satu di antaranya karena tidak bersamaan Idul Adha, maka masyarakat bisa melihat, ini lo pilihan Idul Adha tanggal 28 Juni, ini Idul Adha tanggal 29 Juni," ungkap dia menjelaskan.

Selain itu, ia juga berharap momentum Idul Adha ini bagi saudara-saudara kita yang beribadah haji agar selalu melahirkan banyak kebaikan takbir, artinya kebaikan dengan santun, kebaikan yang bersifat sosial, peduli sesama, saling menolong saling membantu.

Terkait penyembelihan kurban yang diadakan besok (29/6), ia menyarankan agar dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH).

"Penyembelihan ini penting, dan sekarang juga sudah teknologi penyembelihan sudah sangat canggih. Saya juga menyarankan penyembelihan kurban itu di RPH. Kenapa, karena dengan di rumah potong hewan itu bisa lebih higienis, lebih tertib," ungkap dia.

Ia melanjutkan memang tidak ada salahnya kalau dilakukan di lingkungan masjid, tetapi dengan catatan pentingnya menjaga ketertiban kebersihan dan kedamaian supaya tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM), sekaligus Ketua Harian Masjid Raya Al Isra, Rifki Maulanamemperkirakan jumlah jamaah Shalat Idul Adhayang hadir di Masjid Raya Al Israsekitar 3.500 jamaah, mulai yang menempati bagian dalam masjid, hingga halaman.

"Kurang lebih hampir sama jumlahnya dengan perayaan Shalat Idul Adha tahun lalu. Kebanyakan jamaah berasal dariKecamatan Grogol Petamburan, Kecamatan Kebon Jeruk, dan Kecamatan Palmerah," jelas dia.

Hingga kini, pihaknya menerima hewan kurban sebanyak dua belas ekor sapi dan delapan ekor kambing. Jumlah tersebut menurutnya bisa bertambah hingga malam takbiran.

"Kalau dari sisi jumlah Alhamdulillah terjadi peningkatan. Tahun lalu itu kita hanya sebelas sapi dan kurang lebih sepuluh kambing," ungkap dia.

Ia mengatakan perbedaan Idul Adha ini jangan kemudian dijadikan sebagai alasan untuk kita berpecah, tetapi jadikan alasan kita untuk bersatu.

"Bahwa bagaimanapun segala sesuatu perbedaan itu dimungkinkan dalam Islam apalagi kalau persoalan-persoalan ijtihad seperti ini. Makanya harus dimaknai dalam persatuan," ungkap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.