Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Museum Tengger Dapat Menjadi Pusat Edukasi-Budaya Suku Tengger

📅 Senin, 26 Jan 2026, 22:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Museum Tengger Dapat Menjadi Pusat Edukasi-Budaya Suku Tengger Doc: Antara
Ket. Menbud Fadli Zon bersama Wabup Probolinggo Fahmi AHZ meresmikan revitalisasi Museum Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (26/1/2026).

Probolinggo - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan Museum Tengger yang telah direvitalisasi dapat menjadi pusat edukasi, budaya, dan informasi tentang Suku Tengger untuk wisatawan yang berkunjung di kawasan Gunung Bromo.

"Saya mengajak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Tengger untuk memahami lebih dalam budaya masyarakat Tengger," katanya saat meresmikan revitalisasi Museum Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin.

Peresmian revitalisasi Museum Tengger tersebut ditandai dengan pemotongan untaian bunga dan penandatanganan prasasti oleh Menbud Fadli Zon yang didampingi Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ.

"Alhamdulillah, hari ini revitalisasi Museum Tengger telah selesai. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja sama Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur dalam mewujudkan hal itu," tuturnya.

Fadli Zon mengatakan pihaknya telah meninjau kondisi Museum Tengger beberapa bulan lalu saat menghadiri upacara Yadnya Kasada. Sejak saat itu, pihaknya langsung merespons perlunya revitalisasi museum tersebut.

"Rehabilitasi dan revitalisasi museum merupakan bagian penting dari komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya, tradisi serta adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi," katanya.

Museum Tengger yang terletak di kaki Gunung Bromo ini menyimpan berbagai ekspresi budaya berupa benda pusaka bersejarah, dokumentasi, busana adat serta beragam artefak budaya lainnya. Koleksi tersebut mencerminkan nilai-nilai leluhur dan tradisi, termasuk upacara Yadnya Kasada, yang membentuk identitas serta pola kehidupan masyarakat Tengger.

"Masyarakat Tengger telah menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber kekuatan. Nilai harmoni antara manusia dan alam, sesama manusia, serta dengan Sang Pencipta, termasuk semangat gotong royong, merupakan jati diri yang harus terus dijaga dan dilestarikan," ujarnya.

Sementara itu, Wabup Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan Museum Tengger merupakan pusat informasi budaya masyarakat Tengger yang memiliki nilai sejarah tinggi. Museum itu dibangun dengan tujuan sebagai ruang edukasi, dokumentasi, serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

"Harapan kami, Museum Tengger menjadi wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya bangsa, khususnya budaya masyarakat Tengger yang sarat nilai historis, filosofis dan kearifan lokal," katanya.

Ia berharap Museum Tengger dapat berkembang sebagai pusat kajian kebudayaan sekaligus destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

"Semoga Museum Tengger menjadi pusat kajian kebudayaan dan destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.