Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kewaspadaan, Ketua MPR Imbau Masyarakat Antisipasi Wabah DBD

📅 Sabtu, 24 Jun 2023, 03:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kewaspadaan, Ketua MPR Imbau Masyarakat Antisipasi Wabah DBD Doc: ANTARA/Azmi Samsul Maarif
Ket. Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Jakarta - Tingkatkan kewaspadaan. Ketua MPR Bambang Soesatyo(Bamsoet) mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi merebaknya wabah demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah daerah di Tanah Air.

"Mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD di tengah lonjakan kasus di sejumlah daerah," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan Bamsoet terkait lonjakan kasus DBD hingga tiga kali lebih banyak di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya di Kota Semarang terdapat ratusan kasus hingga dilaporkan 16 anak meninggal dunia.

"Jangan meremehkan penyakit demam berdarah dengue karena semua kalangan usia dapat terjangkit, terlebih dapat menyebabkan kematian, khususnya pada usia anak yang belum memiliki kekebalan tubuh maksimal," katanya..

Dia meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera melakukan upaya antisipasi guna mencegah lonjakan kasus DBD.

Menurut dia, beberapa hal yang perlu disosialisasikan adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing, lebih giat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), melakukan gerakan 3M, yakni menguras, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas,dan sejenisnya.

"Apabila masyarakat turut berperan aktif melakukan pencegahan, maka upaya mencegah meningkatnya kasusDBD bisa maksimal," katanya.

Ia meminta Kemenkes bersama Dinkes untuk terus memantau perkembangan kasus atau data sebaran kasus DBD di seluruh daerah, disamping terus memperkuat dan mengoptimalkan fasilitas layanan kesehatan untuk sigap melakukan penanganan yang tepat bagi pasien suspek DBD.

Bamsoetmeminta Dinkes untuk terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rentan DBD atau daerah padat penduduk agar rutin melakukan pemeriksaan jentik nyamuk (PJN) minimal 2 kali seminggu dan gerakan 3M.

Dia berharap masyarakat secara sigap melapor ke puskesmas terdekat apabila menemukan kasus DBD di lingkungan tempat tinggal serta tidak ragu membawa anaknya yang berusia enam tahun ke atas ke fasilitas kesehatan atau puskesmas untuk memperoleh vaksinasi DBD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.