Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, WNA Singapura yang Ditahan Ini Pernah Mengajar di Dua Kampus Tulungagung Jatim

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 01:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, WNA Singapura yang Ditahan Ini Pernah Mengajar di Dua Kampus Tulungagung Jatim Doc: ANTARA/Asmaul Chusna
Ket. Gelar perkara penahanan tiga WNA oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar, Senin (19/6/2023).

Tulungagung - Mengagetkan, warga negara asing (WNA) asal SingapuraMohtar bin Bakri (66) sempat menjadi salah satu staf pengajar di dua kampus berbeda Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sejak 2008.

"Iya, beliau sempat mengajar di UBHI (Universitas Bhineka PGRI) sejak 2008," kata Rektor Universitas Bhineka PGRI Imam Sujono di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu.

Mohtaradalah salah satu dari tiga WNA yang ditahan di Kantor Imigrasi Kelas II non tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) Blitar, Jawa Timur.

Pada masa awal karirnya menjadi pendidik ini, kata Imam, Mohtar bahkan sempat mendapat status nomor induk dosen nasional (NIDN).

Konfirmasi serupa disampaikan Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat dan Informasi Bagian Umum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullan Tulungagung, Ulil Abshor.

Di kampus negeri berbasis agama ini,Mohtar berstatus dosen terbang atau dosen luar biasa.

Di UBHI, Mohtar yang diidentifikasi sebagai warga negara Singapura dan lahir di kampung Pachitan, Changi, Singapura mengajar di program studi Bahasa Inggris.

Namun saat itu, setidaknya hingga identitas aslinya yang berkewarganegaraan asing terdeteksi saat mengurus paspor di kantor Imigrasi Blitar, tak ada yang tahu bahwa Mohtar adalah warga Singapura yang masuk Indonesia menggunakan visa kunjungan.

Ia memiliki identitas kependudukan Indonesia dan terkonfirmasi sebagai warga Tulungagung yang lahir di (Kabupaten Pacitan) pada 1973.

Salah satu mantan mahasiswa yang sempat mengikuti perkuliahan Mohtar, Bram mengatakan bahwa dia dan mahasiswa lain saat itu mengira dosen berdialek Melayu itu dari luar Jawa.

Pengakuan serupa disampaikan Imam Sujono selaku kolega pengajar di UBHI.

Menurut dia, keseharian Mohtar dinilai wajar. Selain memiliki identitas kependudukan Indonesia, Mohtar telah bermukim di Tulungagung cukup lama dan memiliki keluarga.

Statusnya di kampus ini sebagai dosen tetap yayasan, namun sejak Maret lalu, Mohtar telah mengundurkan diri sebagai dosen di kampus tersebut.

"Jadi, saat kasusnya ramai statusnya sudah bukan dosen di Universitas Bhineka PGRI, yang bersangkutan sudah kami diberhentikan karena mengundurkan diri," kata Imam.

Terungkapnya identitas kependudukan Mohtar ternyata berstatus WNA oleh Imigrasi Blitar ini juga memaksanya mengundurkan diri dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada Maret 2023.

Dalam surat pengunduran diri, yang bersangkutan mengaku ingin berhenti mengajar dan pensiun. "Semester ganjil lalu masih mengajar, yang bersangkutan dosen di Fakultas Tarbiyah," kata Ulil.

Mohtar saat ini sedang ditahan di kantor Imigrasi Klas II no-TPI Blitar dan segera dideportasi ke negara asalnya, Singapura pada Kamis (22/6) melalui Bandara Internasional Djuanda, Surabaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.