Sekjen PBB Serukan Kesetaraan Hak Atas Tanah bagi Kaum Perempuan

Senin, 19 Jun 2023, 00:03 WIB

NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Jumat (16/6), menyerukan kesetaraan hak atas kepemilikan tanah bagi kaum perempuan pada peringatan Hari Dunia untuk Memerangi Penggurunan dan Kekeringan.

"Saya mendesak pemerintah di semua negara untuk menghapus hambatan hukum bagi kaum perempuan untuk memiliki tanah dan melibatkan mereka dalam pembuatan kebijakan, serta mendukung wanita dan anak perempuan untuk memainkan peran mereka dalam melindungi sumber daya kita yang paling berharga," ujar Guterres dalam pesan yang direkam sebelumnya untuk acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Dunia untuk Memerangi Penggurunan dan Kekeringan, yang jatuh pada 17 Juni.

Ket. Foto: Sekjen PBB, Antonio Guterres — Sumber: ALEX HALADA/AFP

Seperti dikutip dari Antara, Guterres mengatakan kelangsungan hidup masyarakat bergantung pada tanah. Namun, warga memperlakukan tanah dengan buruk.

"Pertanian yang tidak berkelanjutan mengikis tanah 100 kali lebih cepat daripada pemulihan melalui proses alami. Saat ini, 40 persen lahan di planet kita telah terdegradasi, sehingga membahayakan produksi pangan, mengancam keanekaragaman hayati, dan memperparah krisis iklim," kata dia.

Hal ini, tambah Guterres, berdampak paling besar terhadap pada wanita dan anak perempuan. Wanita dan anak perempuan harus menanggung penderitaan dengan level yang tidak proporsional akibat masalah kekurangan makanan, kelangkaan air, dan migrasi paksa yang diakibatkan oleh perlakuan buruk terhadap tanah.

Namun, katanya, mereka memiliki kendali yang paling kecil. Di banyak negara, hukum dan praktik-praktik tertentu menghalangi wanita dan anak perempuan untuk memiliki tanah.

Tingkatkan Produktivitas

Namun ketika memiliki tanah, mereka memulihkan dan melindunginya dengan meningkatkan produktivitas, membangun ketahanan terhadap kekeringan, dan berinvestasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan gizi.

Hak kepemilikan tanah yang setara dapat melindungi tanah sekaligus memajukan kesetaraan gender. Itulah sebabnya, peringatan Hari Dunia untuk Memerangi Penggurunan dan Kekeringan tahun ini berfokus pada tema "Her Land, Her Rights" (Tanah Perempuan, Hak Perempuan). "Bersama-sama, mari kita hentikan degradasi lahan pada 2030," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed, mengatakan dunia akhirnya harus mengakui dan menghargai perempuan sebagai pemilik, pengelola tanah dan sumber daya yang ada, dan harus berinvestasi dalam berjuang melawan perubahan iklim.

"Wanita merupakan mayoritas petani perdesaan, tetapi kurang dari 15 persen pemilik lahan pertanian adalah wanita, dan hak mereka untuk mewarisi properti terus ditolak berdasarkan hukum adat dan tradisional di lebih dari 100 negara," ujarnya.

Para pemimpin wanita dari seluruh dunia turut menyerukan hak-hak perempuan atas tanah di acara tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.