Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan Pungut Tiga Ton Sampah Plastik di Mangrove Bali Per Minggu

📅 Senin, 19 Jun 2023, 16:39 WIB | Oleh:
Nelayan Pungut Tiga Ton Sampah Plastik di Mangrove Bali Per Minggu Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Nelayan di Desa Pemogan, Denpasar, mengangkut sampah plastik dari Hutan Mangrove Ngurah Rai, Bali, Jumat (16/6).

DENPASAR - Kelompok nelayan Segara Guna Batu Lumbang di Desa Pemogan, Denpasar, memungut rata-rata hingga tiga ton sampah plastik per minggu di Hutan Mangrove Ngurah Rai, Bali.

"Di dalam hutan itu sampah plastik sudah menahun tidak terjamah, itu yang kami usahakan ambil," kata Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang I Wayan Kona Antara di Denpasar, Senin.

Upaya memungut sampah plastik itu dilakukan karena perairan bakau tersebut memberikan sumber kehidupan bagi nelayan sehingga perlu dijaga kelestariannya.

Sampah plastik itu beragam jenis seperti botol, kemasan, kresek, dan sampah lain seperti sandal jepit, potongan matras, botol kaca hingga sepatu.

"Kami meyakini jika mangrove bersih tentu sumber daya perikanan akan tumbuh bagus yang berdampak ke produk tangkapan kami," imbuhnya.

Kepiting bakau menjadi salah satu hasil tangkapan para nelayan yang mencapai sekitar 2,5 kilogram kepiting bakau per hari dan diserap pasar ikan di Jimbaran, Badung.

KUB yang berada di pesisir mangrove itu, kata dia, memiliki 52 orang anggota termasuk nelayan, yang sebanyak 16 orang di antaranya melakukan pemungutan sampah plastik.

Ia memperkirakan sampah termasuk bahan plastik tersebut terjebak di akar-akar pohon magrove yang terbawa arus dari tukad (sungai) atau Tukad Mati dan Tukad Badung yang mengapit kawasan bakau itu ketika puncak musim hujan.

Para nelayan itu memungut sampah menggunakan kano agar memudahkan pergerakan mengingat hutan mangrove memiliki kerapatan yang tinggi dengan wilayah operasi pemungutan hingga di kawasan Benoa dan Tuban, Kabupaten Badung.

Biasanya mereka mulai memungut ke tengah hutan saat pagi dan sore hari, menyesuaikan dengan kondisi pasang air laut.

Sampah plastik yang dikumpulkan kemudian dipilah dan dipilih untuk selanjutnya diangkut oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang lingkungan yang mendaur ulang sampah plastik itu.

Botol plastik bening (PET) misalnya dihargai Rp3.350 per kilogram, tutup PET sebesar Rp2.800 per kilogram, tutup galon Rp2.500 per kilogram.

Kemudian kresek campur Rp500 per kilogram, kemasan sachet Rp400 per kilogram hingga yang paling tinggi kaleng aluminium mencapai Rp10.500 per kilogram.

Kona Antara menjelaskan kerja sama dengan LSM itu dilakukan sejak awal 2022 dan dibayar per bulan kepada kelompok nelayan.

Rata-rata per bulan per orang, kata dia, sebanyak 16 nelayan yang aktif memungut sampah plastik mendapatkan sekitar Rp250 ribu dari hasil penjualan sampah plastik ditambah insentif sebesar Rp800 ribu sehingga total sekitar Rp1.050.000.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.