Dorong Perdamaian, Para Pemimpin Afrika Bertemu Zelenskyy di Ukraina

Sabtu, 17 Jun 2023, 08:15 WIB

KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan beberapa pemimpin Afrika pada Jumat (16/6) di Kiev untuk membahas cara mengakhiri perang di negaranya.

Dilaporkan Anadolu, delegasi tersebut di antaranya Presiden Komoro Azali Assoumani, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Zambia Hakainde Hichilema, dan Presiden Senegal Macky Sall.

Ket. Foto: (Dari kiri ke kanan) Presiden Komoro Azali Assoumani, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengikuti konferensi pers di Kiev, Ukraina pada 16 Juni 2023. — Sumber: Anadolu/Vladimir Shtanko

Mesir, Republik Kongo, dan Uganda mengirimkan perwakilan.

Para pemimpin Afrika memberikan penghormatan di pemakaman di Bucha di mana 458 warga sipil yang diduga dibunuh oleh pasukan Rusia dimakamkan.

Mereka juga menjelajahi pameran terbuka di Lapangan Mykhailivska, yang memamerkan peralatan militer Rusia yang dihancurkan selama perang.Setelah itu, mereka bertemu Zelenskyy.

Berbicara di konferensi pers bersama, Zelenskyy mengatakan Rusia perlu membekukan perang untuk memungkinkan negosiasi saat berada di wilayah Ukraina.

"Jelas bahwa Rusia sekarang mencoba kembali ke taktik penipuan primitif lamanya. Tetapi membodohi dunia Rusia tidak akan berhasil lagi. Jelas tidak mungkin menipu Ukraina. Saya tekankan sekali lagi: Kami membutuhkan perdamaian sejati, dan karena itu, penarikan nyata pasukan Rusia dari seluruh tanah merdeka kami," katanya.

Ramaphosa mengatakan perang harus diselesaikan melalui cara diplomatik.

Menggarisbawahi perlunya upaya mengurangi ketegangan, Ramaphosa berkata: "Hari ini, selama kunjungan kami, kami mendengar serangan rudal. Kegiatan semacam itu tidak bekerja dengan baik untuk perdamaian. Oleh karena itu, kami berbicara tentang perlunya de-eskalasi di kedua sisi agar perdamaian tercapai," katanya.

Ukraina dan Rusia harus menyediakan ekspor biji-bijian dan pupuk, katanya. Salah satu alasan para pemimpin Afrika datang ke Ukraina adalah karena Afrika juga terkena dampak negatif perang.

"Harga gabah kita naik, kita juga kekurangan pupuk, dan harganya naik," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.