Kenaikan Harga Beras Tak Untungkan Petani

Kamis, 15 Jun 2023, 10:28 WIB

JAKARTA - Kenaikan harga beras saat ini tak serta merta menguntungkan dan menyeimbangkan petani sebagai produsen. Sebab, selain sebagai produsen, petani menjadi salah satu konsumen beras atau net consumer.

"Kenaikan harga di tingkat konsumen juga tidak serta merta dinikmati oleh petani sebagai produsen apalagi jika jumlah panennya terbatas. Seperti yang kita ketahui bersama luas lahan petani di Indonesia itu sedikit dan mereka dikategorikan sebagai small holder farmers," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Azizah Fauzi, di Jakarta, Rabu (14/6).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Azizah menyebut berdasarkan data yang dihimpun Bank Dunia, harga beras kualitas medium dua yang pada umumnya dikonsumsi sebagai masyarakat Indonesia lebih mahal dibandingkan harga beras internasional.

Begitu juga berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan (PIHPS) Nasional yang menyebutkan harga beras medium dua di tingkat pasar tradisional untuk bulan Mei 2023 adalah 13.250 rupiah per kg atau setara 0,89 dollar AS. Sementara itu, harga beras setara di tingkat internasional hanya mencapai 0,50 dollar AS. Berdasarkan data tersebut, dia menyimpulkan harga beras kualitas medium dua di Indonesia bukanlah yang termurah.

"Jadi, harga beras medium dua di tingkat pasar tradisional Indonesia itu justru lebih tinggi daripada harga internasional," jelasnya.

Alih-alih menaikkan harga beras yang berpotensi menekan daya beli masyarakat golongan bawah, dia menyarankan pemerintah untuk memperbaiki akses petani kepada hasil pertanian berkualitas. Dimulai dari bibit unggul hingga infrastruktur pendukung yang akan membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing petani serta produk pangan yang dihasilkan.

"Perlu digarisbawahi bahwa mayoritas petani Indonesia adalah net consumer dari beras. Jadi, kenaikan harga beras berdampak bagi pengeluaran mereka," sebut dia.

Seimbangkan Pendapatan

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, Selasa (13/6), menganggap wajar adanya kenaikan harga beras demi menyeimbangkan pendapatan petani. Produksi padi Indonesia bahkan disebutnya berada pada posisi kedua dari sembilan negara organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO).

"Jadi kalau harga naik, kalau saya ditanya sebagai Mentan ini harga yang wajar. Bahwa kita harus di dalamnya, iya, bagaimana mem-balance pendapatan petani supaya bergairah," tuturnya.

Mentan SYL menuturkan harga beras Indonesia saat ini menjadi yang termurah dari 29 negara lainnya dengan harga 12.374 rupiah per kg. Dia merinci, harga beras di Filipina mencapai 14.104 rupiah, Tiongkok 16.206 rupiah, Thailand 17.607 rupiah, dan Hong Kong 32.945 rupiah.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai instrumen untuk stabilisasi harga dan kondisi kedaruratan antisipasi dampak dari El Nino. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, awal pekan ini, mengungkapkan, per 9 Juni 2023, stok cadangan beras Bulog 546 ribu ton dan beras komersial 55 ribu ton, sehingga total stok Bulog sekitar 601 ribu ton. Bulog juga terus menggenjot intensitas penyerapan beras produksi dalam negeri guna meningkatkan stok.

"Penyerapan beras terus kita dorong sebelum masuk masa semester Il-2023, tujuannya mengamankan stok operasional Bulog," tuturmya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.