Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Tidak ada yang Dirugikan, Pemkab Bangka Tengah: 110 Rumah Warga Kurau Masuk Program Relokasi

📅 Minggu, 04 Jun 2023, 00:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Tidak ada yang Dirugikan, Pemkab Bangka Tengah: 110 Rumah Warga Kurau Masuk Program Relokasi Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Rumah warga di Desa Kurau, Bangka Tengah, Sabtu (3/6).

Koba - Semoga tidak ada yang dirugikan. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyebutkan sebanyak 110 rumah warga Desa Kurau masuk dalam program relokasi.

"Berdasarkan pendataan awal, ada sebanyak 110 rumah yang akan direlokasi. Namun, jumlah itu data sementara dan bisa saja bertambah karena kita terus melakukan pendataan," kata Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Bangka Tengah Fani Hendra Saputra di Koba, Sabtu.

Menurut dia, sebanyak 110 rumah itu direlokasi karena terkena dampak dari penataan dan pengerukan alur Sungai Kurau yang direncanakan mulai dilaksanakan pada 2024.

"Kurau merupakan kawasan pesisirdan muara sungai, sehingga banyak rumah penduduk di sekitar bantaran sungai yang perlu dipindahkan jika pengerukan alur sungai sudah jalan," ujarnya.

Ia mengatakan pengerukan alur Sungai Kurau dalam rangka menormalisasi banjir, karena sudah terjadi pendangkalan alur sungai danpeningkatan fasilitas pelabuhan perahu nelayan.

"Sesuai arahan bupati, kami tetap melakukan pendataan karena ada juga sebagian rumah tidak dipindahkan, tetapi hanya dipugar saja," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya ingin memastikan berapa unit rumah yang masuk dalam rencana pemugaran.

"Kalau berdasarkan data awal hanya tercatat tujuh unit rumah, namun terus kita data untuk memastikan berapa jumlah pastinya," ujar dia.

Fani mengatakan, Desa Kurau Barat dan Kurau Timur merupakan desa penghasil ikan segar dan ditetapkan sebagai desa ekonomi kreatif.

Desa Kurau Barat dan Kurau Timur juga merupakan pintu masuk wisatawan untuk menuju Pulau Ketawai yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di daerah ini.

Oleh karena itu, kata dia, dua desa ini harus ditata sehingga tidak terkesan kumuh karena menjadi pintu masuk wisatawan yang juga berada di jalan lintas provinsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.