Penyuluhan Pertanian Butuh Dukungan Anggaran
Sabtu, 03 Jun 2023, 06:56 WIBJAKARTA - Penyuluhan pertanian dinilai perlu mendapatkan dukungan pembiayaan negara dari anggaran sektor pendidikan. Sebab, penyuluhan pertanian merupakan pendidikan nonformal.
Guru Besar Universitas Lampung (Unila), Bustanul Arifin menyatakan penyuluhan diselenggarakan untuk mencerdaskan kehidupan pelaku utama baik petani, nelayan, pekebun, dan peternak, yang merupakan kewajiban dari pemerintah sekaligus hak warga negara. "Keberadaan kelembagaan penyuluhan menjadi pembangkit semangat bagi petani, peternak, nelayan, pekebun sebagai pelaku utama dan pelaku usaha," ujarnya saat bedah buku "Penyuluhan Pertanian Masa Depan" di Jakarta, Jumat (2/6).
Menurut dia, saat ini penyuluh pertanian di daerah-daerah tidak memiliki wadah atau kelembagaan tersendiri setelah dihapuskannya Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) dan Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh). Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadikan penyuluh ditarik sebagai tenaga-tenaga pada dinas-dinas yang ada di daerah, sehingga status mereka sebagai pegawai pemda atau aparatur sipil negara (ASN) eselon 4 atau 5.
"Artinya, mereka bukan siapa-siapa, sehingga apresiasi terhadap penyuluh tidak ada yang akhirnya berdampak pada pekerjaan utama mereka," ujar pengajar Pascasarjana IPB University itu.
Bustanul menyatakan 60 persen yang dikerjakan penyuluh bukan memberi penyuluhan, tapi justru pekerjaan administrasi di luar kepenyuluhan dan bahkan mengikuti berbagai macam tim proyek agar mendapatkan tambahan penghasilan. Akhirnya, pekerjaan administrasi tersebut menumpuk. Setiap bulan harus membuat laporan hingga sembilan laporan, sehingga pekerjaan utama sebagai penyuluh tak terurus," katanya.
Saat ini, lanjutnya, anggaran untuk program penyuluhan sangat kecil dibandingkan produk domestik bruto (PDB) secara nasional dan hal itu sangat berbeda sekali dengan Filipina dan Tiongkok yang maju sektor pertaniannya, karena anggaran untuk riset dan penyuluhan cukup besar. Karena itu, menurut Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) itu, anggaran untuk program penyuluhan bisa diambilkan dari alokasi sektor pendidikan yang sangat tinggi atau 20 persen dari APBN.
Pendamping Petani
Senada dengan itu, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Siti Munifah menyatakan apapun programnya, penyuluhan atau SDM penyuluh adalah penggerak dan pendamping petani.
"Penyuluhan untuk mencerdaskan pelaku utama dalam hal ini petani. Kalau digunakan untuk mencerdaskan pelaku utama, berarti pendamping dan penyuluh penting karena petani dalam proses perjalan, ilmu perlu," ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
-
Jakarta Investment Award 2026 Masuk Tahap Akhir, 5 Aspek Jadi Tolok Ukur Penilaian
-
Polda Jatim Dalami Motif Pelempar Bom Molotov ke Pos Lantas
-
Ketum PBNU sampaikan LPJ kepengurusan di Muktamar ke-35
-
Dukung Petani Lokal, Sri Lanka Kembangkan 'Drone' Pertanian
-
PBB: Dunia Harus Hadapi Kenyataan Peningkatan Suhu Global Melebihi 1,5 derajat Celcius
-
Petani MAJU Summit 2026 Digelar, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pertanian Tumbuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.