Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memanas, IMO Adopsi Resolusi Kecam Peluncuran Rudal Korut

📅 Kamis, 01 Jun 2023, 12:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memanas, IMO Adopsi Resolusi Kecam Peluncuran Rudal Korut Doc: Antara/Xinhua/Cheng Dayu
Ket. Ilustrasi - Parade militer Tentara Rakyat Korea di Pyongyang, ibu kota Korea Utara, pada 15 April 2017 antara lain mempertontonkan peluru kendali.

London - Memanas, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengadopsi resolusi yang mengecam keras uji coba rudal Korea Utara untuk pertama kalinya awal pekan ini, dalam pesan jelas menentang provokasi Korut yang kian meningkat.

Resolusi tersebut, yang diadopsi pada sidang ke-107 Komisi Keselamatan Maritim (MSC) IMO di London pada Rabu (waktu setempat), mengecam peluncuran rudal tersebut sebagai ancaman serius terhadap keselamatan navigasi internasional.

Resolusi itu jugamendesak kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, termasuk memberikan pemberitahuan awal sebelum uji coba rudal apapun.

Dalam satu siaran pers, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menekankan bahwa hal itu menandai untuk pertama kalinya sebuah komite, yang menangani masalah keselamatan maritim, mengadopsi resolusi tentang provokasi rudal Korea Utara, meskipun sebelumnya telah mengecam uji coba tersebut.

Korut telah meningkatkan serangannya baru-baru ini, meluncurkan roket yang mereka klaim sebagai "kendaraan peluncur antariksa" yang diduga membawa satelit pengintaian militer pada awal pekan ini.

Dokumen resmi yang diadopsi oleh IMO diklasifikasikan ke dalam resolusi, surat edaran dan keputusan, dan beberapa resolusi dianggap sebagai rekomendasi paling kuat untuk negara-negara anggotanya, menurut kementerian tersebut.

Sebelumnya, MSC telah mengadopsi surat edaran yang mengungkapkan keprihatinan serius atas peluncuran rudal Pyongyang yang terus berlanjut tanpa pemberitahuan awal kepada IMO yang terjadi pada 1998, 2006, dan 2016.

Resolusi tersebut tidak mengikat secara hukum, tetapi menawarkan rekomendasi tentang urusan maritim sebagai panduan bagi negara-negara anggota IMO danmeningkatkan tekanan masyarakat internasional terhadap Korut.

IMO, yang bermarkas di London, merupakan badan khusus PBB yang bertanggung jawab mengatur pelayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.