Pengangguran Akan Diturunkan melalui Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Rabu, 31 Mei 2023, 00:00 WIBJAKARTA - Akselerasi penurunan tingkat pengangguran pada 2024 dilakukan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk mendorong sektor-sektor dengan efek pengganda besar dan menciptakan lapangan kerja yang luas guna menekan tingkat pengangguran.
"Target kemiskinan dan pengangguran di 2024, dapat kami sampaikan upaya percepatan penurunan tingkat pengangguran akan dilakukan melalui akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dalam Rapat Paripurna DPR terkait tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi terhadap Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (30/5).
Seperti dikutip dari Antara, Menkeu mengatakan salah satunya adalah dengan meningkatkan infrastruktur dasar di berbagai wilayah yang diwujudkan melalui program padat karya. Dengan begitu, dapat tercipta lapangan pekerjaan serta sumber penghasilan bagi masyarakat.
Tingkat pengangguran dalam negeri terus menurun dalam dua tahun terakhir setelah sempat meningkat pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Penurunan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terus menguat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis di Jakarta pada 5 Mei 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia turun 0,38 persen pada Februari 2023 bila dibandingkan dengan Februari 2022, yakni menjadi 5,45 persen dari 5,83 persen.
Secara jumlah, total pengangguran nasional turun sebanyak 0,41 juta orang, yaitu menjadi 7,99 juta orang pada Februari 2023 dari yang sebelumnya sebanyak 8,4 juta orang pada periode yang sama tahun lalu. Oleh karena itu, pemerintah yakin pemulihan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja secara signifikan.
Kemiskinan Ekstrem
Untuk pengentasan kemiskinan, Menkeu mengatakan dalam jangka pendek pemerintah akan mengarahkan kebijakan untuk menghapus kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen dan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024.
Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem ditempuh melalui upaya-upaya pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan, dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.
Sementara itu, untuk penurunan prevalensi stunting, kebijakan akan difokuskan melalui penguatan intervensi spesifik dan sensitif di 12 provinsi prioritas yang meliputi tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi dan lima provinsi dengan jumlah anak stunting terbesar.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Transmigrasi Patriot Diminati Anak Muda, Mentrans Ungkap Pendaftar Mencapai 10.395 Sarjana dari 1.952 Kampus
-
Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS
-
IndoBuildTech Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 550 Peserta dari 11 Negara
-
Tegaskan Tak Ada Kompromi bagi Mafia Pangan, Kementan Perkuat Pengawasan
-
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Resmi Bergulir, Hadirkan Pebulutangkis Senior dari 14 Negara
-
1.500 Batang Cerutu Saksi Bisu Sukses Cigarnesia 2026
-
20 Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas di Malang Didorong Naik Kelas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.