Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gencarkan Intensifikasi, DKP DIY Tingkatkan Produksi Ikan 3.500 Ton Per Tahun

📅 Senin, 29 Mei 2023, 00:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gencarkan Intensifikasi, DKP DIY Tingkatkan Produksi Ikan 3.500 Ton Per Tahun Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Hasil tangkapan ikan tuna oleh para nelayan.

Yogyakarta - Gencarkan intensifikasi. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan produksi ikan tangkap dan budi daya mencapai 3.500 ton per tahun untuk memenuhi konsumsi ikan masyarakat di provinsi ini.

"Konsumsi ikan kita kan rata-rata meningkat 1 kilogram (kg) per orang per tahun dikalikan jumlah penduduk DIY 3,5 juta sehingga setiap tahun harus meningkatkan produksi 3.500 ton ikan," kata Kepala DKP DIY Bayu Mukti Sasongka di Yogyakarta, Minggu.

Untuk meningkatkan hasil produksi, DKP DIY akan menggencarkan intensifikasi dengan mendorong para pembudi daya ikan tradisional menggunakan inovasi teknologi.

"Ada budi daya kolam bulat, kemudian ada yang memelihara ikan dengan kincir, kemudian untuk perikanan tangkap kita tingkatkan sarana dan prasarana untuk nelayan," ujar dia.

Menurut dia, pelatihan teknik penangkapan ikan, pengoperasian kapal, navigasi, hingga tata cara pengelolaan ikan pasca-penangkapan juga dioptimalkan bagi para nelayan.

Pada 2023 produksi perikanan tangkap para nelayan di provinsi ini ditargetkan mencapai 7.000 ton.

Dia berharap, seluruh nelayan di daerah ini telah dibekali sertifikat yang menjamin kompetensi mereka dalam menangkap ikan saat melaut.

Nelayan yang telah mendapatkan sertifikat, ujar Bayu, dipastikan tidak lagi mencari namun telah mengetahui lokasi ikan serta teknik yang tepat untuk menangkap ikan dengan cepat.

"Jenis ikan yang paling banyak ditangkap oleh para nelayan DIY adalah ikan tuna, tongkol, dan cakalang yang sebagian diperuntukkan untuk komoditas ekspor," kata dia.

Tingkat konsumsi ikan di DIY, kata dia, selalu mengalami pertumbuhan setiap tahun.

Pada 2015 tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY masih berkisar 21,74 kilogram per kapita per tahun. Selanjutnya, pada 2016 meningkat menjadi 23,4 kilogram per kapita pertahundan pada 2022 meningkat signifikan menjadi 34,74 kg per kapita per tahun.

Bayu menyebut tren peningkatan konsumsi ikan itu seiring dengan kampanye gerakan makan ikan yang terus digencarkan.

Pada 2023, DKP DIY menyiapkan program, antara lain kampanye Gerakan Masyarakat Makan Ikan, sosialisasi Alih Teknologi Ikan (ATI), hingga pelatihan penganekaragaman pengolahan ikan yang akan menyasar sejumlah kelompok masyarakat di lima kabupaten/kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.