Obat Covid Pfizer Paxlovid Peroleh Izin Penuh dari FDA

Sabtu, 27 Mei 2023, 15:00 WIB

WASHINGTON - Pfizer mendapat persetujuan penuh FDA pada Kamis (25/5) untuk pil Covid-19 Paxvloid yang telah digunakan dalam pengobatan melawan virus corona.

Dilaporkan Associated Press, lebih dari 11 juta resep Paxlovid telah dibagikan sejak Food and Drug Administration (FDA) mengizinkan penggunaan darurat pada akhir 2021. Status darurat didasarkan pada studi awal dan dimaksudkan sebagai penelitian lanjutan sementara yang tertunda.

Ket. Foto: Obat anti-virus Paxlovid dipamerkan di New York, Senin, 1 Agustus 2022. Pfizer menerima persetujuan penuh untuk obat COVID-19 pada Kamis, 25 Mei 2023, memenangkan pengesahan penuh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk obat yang telah menjadi pengobatan untuk melawan virus selama lebih dari dua tahun. — Sumber: AP/Stephanie Nano

FDA memberikan persetujuan penuh untuk pasien dewasa dengan Covid-19 yang menghadapi risiko tinggi penyakit parah, yang dapat menyebabkan rawat inap atau kematian.Kelompok itu biasanya termasuk orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi medis umum seperti diabetes, asma, dan obesitas.

Keputusan tersebut memungkinkan obat Pfizer tetap berada di pasar tanpa batas waktu dan dipasarkan serupa dengan obat lain.

Pil tersebut masih tersedia untuk anak usia 12 hingga 17 tahun di bawah otorisasi darurat terpisah.

Pemerintah AS telah menimbun jutaan dosis Paxlovid dan pasien akan terus mendapatkannya secara gratis, kata FDA dalam sebuah pernyataan.Lebih dari 14.000 kasus Covid-19 baru dilaporkan setiap minggu bulan lalu, meskipun sebagian besar kasus di AS tidak lagi dilaporkan ke otoritas kesehatan.

Paxlovid adalah obat keempat untuk Covid-19 yang menerima persetujuan penuh FDA dan yang pertama adalah pil.Terapi yang disetujui sebelumnya adalah obat IV atau injeksi , biasanya diberikan di klinik atau rumah sakit.

Pfizer awalnya mempelajari Paxlovid pada pasien Covid-19 dengan risiko tertinggi: orang dewasa yang tidak divaksinasi dengan masalah kesehatan lain dan tidak ada bukti infeksi virus corona sebelumnya.Dalam kelompok itu, FDA mengatakan obat tersebut menurunkan risiko rawat inap atau kematian sebesar 86 persen bila diberikan segera setelah gejala muncul.

Tapi itu tidak mencerminkan populasi AS saat ini, di mana lebih dari 95 persen orang memiliki perlindungan dari setidaknya satu dosis vaksin, infeksi sebelumnya, atau keduanya.

Dalam penelitian yang lebih baru terhadap orang yang pernah menderita Covid-19, Paxlovid masih secara signifikan menurunkan kemungkinan rawat inap atau kematian hingga lebih dari 85 persen.

Karena Paxlovid digunakan secara luas pada 2021, dokter dan pasien melaporkan kasus gejala Covid-19 kembali beberapa hari setelah pengobatan dengan obat tersebut.Tapi FDA mengatakan pada Kamis, "tidak ada hubungan yang jelas," antara obat Pfizer dan kasus rebound.

Kesimpulan itu didukung oleh panel independen penasihat FDA, yang memilih untuk merekomendasikan persetujuan penuh obat tersebut pada pertemuan awal tahun ini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.