• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rotten Tomatoes: Indiana J...

Rotten Tomatoes: Indiana Jones 5 Hanya Mendapat 49% dari Kritikus

Jumat, 26 Mei 2023, 01:34 WIB

CANNES - Pekan lalu, penonton festival film internasional ke-76, Cannes, berdiri memberi tepuk tangan meriah, hingga aktor Harrison Ford yang berdiri di atas panggung berusaha mengendalikan emosinya. Momen itu terjadi usai penayangan sekuel pamungkas Indiana Jones, "Indiana Jones and the Dial of Destiny", terakhir kali Ford berperan sebagai arkeolog haus petualangan, yang telah menyapa penggemar sejak 1981 dalam Indiana Jones and the Raiders of the Lost Ark.

Namun rupanya para kritikus tidak sejalan dengan para penonton di Cannes, justru menghujani karya perpisahan Ford ini dengan ulasan buruk. Satu pekan usai festival, situs web ulasan agregasi film dan televisi AS, Rotten Tomatoes, bahkan hanya memberi rating Destiny 49%, dengan 39 ulasan, Jumat (26/5) . Itu turun tipis dari perolehan 50% pada Sabtu (20/5) dengan 28 ulasan kritikus.

Ket. Foto: Indiana Jones and the Dial of Destiny menelan biaya produksi 300 juta dolar AS, termahal dalam waralaba Indiana Jones, sekaligus salah satu film termahal yang pernah dibuat. — Sumber: Istimewa

"Meskipun ada rasa nostalgia melihat Harrison Ford kembali beraksi, Indiana Jones dan Dial of Destiny adalah film final franchise yang sebagian besar tidak perlu (dibuat)," bunyi Konsensus Kritikus dalam Rotten Tomatoes.

Deretan kritik tersebut sangat buruk untuk film dengan biaya pembuatan sebesar 300 juta dolar AS. Namun belum ada skor penonton yang biasanya ditampilkan bersebelahan dengan skor pengamat, karena film itu sendiri belum beredar secara luas, kecuali bagi undangan di Cannes.

Banyak penggemar mengharapkan Indiana Jones 5 menjadi film hebat sepanjang masa, tetapi sepertinya mereka akan mengalami masa-masa yang mengecewakan.

Ulasan awal ini tidak hanya biasa-biasa saja karena didominasi oleh kritik para pengamat atau bahkan bisa disebut sebagai hujatan.

"Semuanya sangat konyol dan melelahkan selama 142 menit waktu berjalannya," kata
kritikus top, Peter Howell dari Toronto Star.

"Kemarin adalah milik kita, kata seseorang pada satu titik, dan ketika berbicara tentang Indiana Jones, kemarin akan selalu begitu. Masalahnya adalah itu sudah terjadi, dan hari ini terasa seperti membuang-buang waktu," tulis David Ehrlich dari indieWire.

"Kabar baiknya adalah tidak seburuk Indiana Jones and the Kingdom of Crystal Skull (sekuel ke4). Berita buruknya adalah itu tidak jauh lebih baik," ujar David Jenkins dari Little White Lies.

"Ini bukan perpisahan yang layak diterima Harrison Ford!" kata kritikus Film Companion, Anupama Chopra.

Dengan berbagai "kecaman" pengamat, penggamar Indy memang harus menahan harapan. Namun mungkin terlalu buru-buru untuk menyerah. Ulasan kritikus tentu saja bukan akhir segalanya, dalam hal film.

"Indiana Jones And The Dial Of Destiny mungkin bukan film waralaba terbaik, tapi jauh dari yang terburuk. Ini adalah hiburan yang solid dengan karakter legendaris yang pergi menuju matahari terbenam untuk terakhir kalinya," ujar Matt Neglia dari
Next Best Picture.

Masih ada kemungkinan film tersebut bagus, mengingat masih ada minoritas kritikus yang memuji, di tengah yang lain menganggapnya terlalu serius. Sekali lagi, ada banyak film yang mendapat ulasan buruk dari para kritikus, namun disukai penonton selama bertahun-tahun.

Karena itu, ketika ulasan menyatakan film ini hampir tidak lebih baik dari "Crystal Skull", sekuel yang sebagian besar penggemar menganggap tidak pernah ada, mungkin sudah waktunya untuk menurunkan ekspektasi.

Syuting Indiana Jones and the Dial of Destiny dimulai pada Juni 2021, berlangsung di berbagai lokasi termasuk Inggris, Italia, dan Maroko, dan selesai pada Februari 2022. Ini merupakan film termahal dalam waralaba Indiana Jones, sekaligus salah satu film termahal yang pernah dibuat.

Akankah Indiana Jones 5 seburuk kata pengamat? Tentu para fans berharap para kritikus ternyata salah. Mereka ingin menonton Harrison Ford pergi menuju matahari terbenam dengan film yang bagus, dan berharap itulah yang terjadi ketika film ini tayang di bioskop pada 30 Juni.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.