Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Forum ASEAN, Mensos Risma Paparkan Pemberdayaan Perempuan dan Disabilitas

📅 Jumat, 26 Mei 2023, 10:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Forum ASEAN, Mensos Risma Paparkan Pemberdayaan Perempuan dan Disabilitas Doc: ANTARA/Kemensos
Ket. Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-11 tentang Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (11th AMMSWD) secara virtual di Kementerian Sosial Jakarta, Kamis (25/5/2023).

JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini memaparkan sejumlah program pemberdayaan sosial (dayasos) untuk perempuan dan para penyandang disabilitas dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-11 tentang Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (11th AMMSWD).

Mensos Risma dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat (26/5) menyebut Kementerian Sosial menegaskan komitmennya dalam percepatan pengarusutamaan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (GEDSI) dalam program-program pembangunan.

Dalam pertemuan yang digelar secara virtual tersebut, Mensos menyampaikan langkah-langkah nyata pemerintah Indonesia dalam mengadopsi semangat GEDSI yang mana pembangunan dilaksanakan berlandaskan prinsip-prinsip "tidak meninggalkan siapa pun di belakang".

Menurut Mensos, dalam pelaksanaan pembangunan, intervensi dilakukan dengan mengakomodasi konteks dan kondisi yang berbeda bagi setiap KPM.

"Dengan demikian, intervensi yang dilakukan lebih efektif dan mendorong perubahan transformatif bagi perempuan miskin, penyandang disabilitas, dan kelompok yang kurang beruntung dan terpinggirkan," kata Mensos.

Dalam pertemuan dengan topik "Mempercepat Implementasi Komitmen ASEAN untuk Kesetaraan Gender melalui Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial" itu, Mensos memaparkan salah satu program pemberdayaan meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok miskin, yakni Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).

Mensos menyatakan, 70 persen penerima program PENA adalah perempuan termasuk perempuan penyandang disabilitas. "Program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi, namun juga meningkatkan akses mereka terhadap layanan keuangan, dan aset produktif lainnya," katanya.

PENA juga memberikan pengembangan keterampilan dan membuka informasi pasar yang dapat membantu mereka menegosiasikan kembali posisi dan peran mereka dalam ruang privat dan publik. "Program ini juga mengakui kontribusi perempuan terhadap pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan," katanya.

Indonesia juga berkomitmen melindungi kelompok rentan termasuk anak-anak, orang tua, dan penyandang disabilitas pada situasi berisiko dan darurat melalui penerapan perlindungan sosial adaptif.

Pemerintah juga mengakomodasi prinsip dasar GEDSI dalam manajemen risiko bencana (DRM) yang terdiri dari pencegahan, kesiapsiagaan, respons dan pemulihan untuk mencapai respons dan pemulihan yang lebih inklusif dan untuk membangun kembali dengan lebih baik.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial memastikan berada dalam semangat yang sama dalam mempercepat upaya regional melindungi kelompok rentan di ASEAN, khususnya bagi para penyandang disabilitas. "Dengan senang hati kami menyambut anda pada pertemuan fisik di Indonesia yang akan datang," kata Mensos.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.