Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNGGP Kembali Jatuhkan Sanksi Kepada Enam Pendaki Ilegal

📅 Kamis, 25 Mei 2023, 17:57 WIB | Oleh:
TNGGP Kembali Jatuhkan Sanksi Kepada Enam Pendaki Ilegal Doc: ANTARA/istimewa
Ket. Petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, menemukan dua orang pendaki ilgel di jalur pendakian Gunung Putri yang dijatuhi sanksi 2 tahun tidak dapat mendaki gunung di Indonesia.

CIANJUR -- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat, kembali menjatuhkan sanksi kepada enam orang yang melakukan pendakian secara ilegal, dan dilarang mendaki gunung di seluruh Indonesia selama 2 tahun.

Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji saat dihubungi, Kamis, mengatakan sejak penutupan pendakian diberlakukan tanggal 15 Mei 2023, petugas dibantu volunter dan warga melakukan patroli bersama untuk menghindari pendaki ilegal.

"Petugas mendapati dua kelompok pendaki asal Jakarta dan Bandung dengan jumlah total enam orang, berada di jalur pendakian Gunung Gede, saat ditanya mereka melakukan pendakian dari Gunung Putri," katanya.

Keenam pendaki tersebut, langsung dibawa ke kantor Balai Besar TNGGP, karena sudah jelas melanggar aturan pendakian yang ditutup karena faktor cuaca dan pemulihan ekosistem hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Pendaki tersebut masuk dalam catatan hitam pendakian untuk seluruh gunung yang ada di Indonesia selama dua tahun, setelah dilakukan pendataan dan dimintai keterangan mereka diizinkan untuk pulang ke daerah asalnya masing-masing.

"Terjaringnya enam pendaki ilegal menambah daftar pendaki catatan hitam yang sebelumnya 20 orang pendaki dijatuhi sanksi, beberapa orang diantaranya melanggar aturan dengan menyalakan bom asap di puncak Gunung Gede," katanya.

Pihaknya meminta pendaki yang sudah sering melakukan pendakian gunung di Indonesia terutama Gunung Gede-Pangarango, menjadi pendaki yang cerdas tidak melanggar aturan mulai dari mendaftar resmi, menjaga kelestarian alam dan tidak meninggalkan sampah di jalur pendakian.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.