Tokoh Agama Sepakati Pemilu 2024 Tak Ganggu Harmoni Umat

Sabtu, 20 Mei 2023, 01:20 WIB

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan sejumlah tokoh agama dari majelis-majelis tinggi agama menyepakati kerja sama untuk mengupayakan agar penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak mengganggu harmoni atau kerukunan antarumat beragama.

"Ini sebuah tradisi baru yang akan kami lakukan, kerja sama majelis tinggi agama dengan KPU. Saya kira, ini belum pernah dilakukan sebelumnya bagaimana supaya emosi keagamaan tidak dilibatkan terlalu jauh untuk memperjuangkan suatu kepentingan jangka pendek. Maksudnya, bagaimana supaya pesta demokrasi itu tidak mengganggu harmoni antarumat beragama," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (19/5).

Ket. Foto: Audiensi KPU-Tokoh Agama -- Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy’ari (kanan) dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (kiri) memberikan keterangan usai audinesi bersama Tokoh Lintas Agama di Ruang Rapat Lantai I KPU, Jakarta, Jumat (19/5). Audiensi Tokoh Lintas Agama yang dipimpin Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar ini membahas permasalahan isu Agama dan isu kedaerahan. — Sumber: Koran Jakarta/M. Fachri

Kesepakatan itu, kata Nasaruddin, merupakan garis besar hasil pertemuan kedua belah pihak dalam audiensi yang dilakukan oleh beberapa pimpinan majelis-majelis tinggi agama di Indonesia terhadap KPU RI di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat.

Dalam menindaklanjuti kesepakatan kerja sama itu, Nasaruddin mengatakan ke depannya para pimpinan umat beragama akan memberikan arahan kepada anggota majelis-majelis agama di tingkat daerah untuk mengajak masyarakat agar tidak melibatkan emosi keagamaan dalam Pemilu 2024.

"Jangan sampai nanti, hanya untuk kepentingan sesaat, kita melibatkan emosi keagamaan tidak pada tempatnya," kata dia.

Di samping itu, tambah dia, para tokoh agama juga bersedia membantu KPU untuk mengingatkan para peserta pemilu agar tidak memanfaatkan tempat ibadah sebagai sarana dalam berkampanye.

Berikutnya, ia mengajak seluruh pihak mengikuti pesta demokrasi tanpa mencederai persaudaraan antarumat beragama.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu meyakini penggunaan politik identitas yang cukup masif dalam Pemilu 2019 akan berkurang pada Pemilu 2024 mendatang. "Insyaallah, kalau saya bayangkan, itu (pemanfaatan politik identitas) nanti akan mereda," ujar Nasaruddin.

Menurut dia, pemanfaatan politik identitas, terutama terkait dengan agama dapat berkurang pada Pemilu 2024 karena pada saat ini masyarakat Indonesia memiliki kematangan dalam beragama dan berpolitik yang makin baik.

"Kematangan beragama, kematangan berpolitik masyarakat Indonesia makin bagus. Coba saja lihat, berbeda partai politik, tetapi bisa makan bareng, bisa saling bayarin," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menyampaikan pihaknya merasa terhormat dapat menerima kunjungan dari beberapa perwakilan majelis tinggi agama yang dipimpin oleh Nasaruddin Umar itu.

Semangat Persaudaraan

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat berperan dalam merawat persatuan umat dan bangsa.

"Sebagai Ketua DPR RI saya meyakini sepenuhnya, keberadaan MUI akan terus konsisten menjadi pengayom dan pembimbing umat islam Indonesia dan juga umat beragama lainnya," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Hal itu disampaikan Puan saat menghadiri halalbihalal MUI bersama perwakilan lembaga/kementerian negara dan tokoh politik di salah satu hotel di Jakarta, Kamis malam.

Puan menjelaskan MUI terus menjaga, merawat dan mengembangkan semangat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia).

Hal itu kata dia, demi tercapainya persatuan nasional sebagai prasyarat terlaksananya pembangunan nasional untuk tujuan kesejahteraan rakyat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.