Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyebab Kerbau Mati Mendadak Diuji Sampel

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 20:20 WIB | Oleh:
Penyebab Kerbau Mati Mendadak Diuji Sampel Doc: ANTARA/HO-Dinas Peternakan Muratara
Ket. Seekor kerbau yang mati mendadak di Desa Rantau Kedam, Kecamatan Karang Dapo, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (19/5).

PALEMBANG - Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan uji sampel untuk memastikan penyebab puluhan kerbau mati mendadak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Sumsel Ruzuan Efendi, di Palembang, Jumat, mengatakan sampel dari beberapa kerbau yang mati tersebut diambil oleh petugas kesehatan Dinas Peternakan kabupaten setempat.

Kemudian, sampel dari darah dan hati kerbau itu dibawa ke Laboratorium Veteriner di Provinsi Lampung untuk mendapatkan kepastian atas penyebab matinya kerbau.

Menurutnya, berdasarkan laporan petugas di lapangan matinya kerbau tersebut diduga karena terjangkit penyakit Ngorok Tagere.

Adapun penyakit bernama latinSepticeimiaepizooticaitu merupakan penyakit yang memang sering menyerang hewan ternak khususnya sapi dan kerbau.

Pihaknya menilai dugaan tersebut dikuatkan berdasarkan ciri pada ternak dan kondisi cuaca yang lembab, karena musim hujan cukup merata di Muratara.

"Meski demikian belum bisa dipastikan sepenuhnya benar. Ya, sudah diambil sampelnya untuk diuji laboratorium veteriner kita harapkan hasilnya segera keluar," kata dia lagi.

Selagi proses uji laboratorium berlangsung, Ruzuan mengimbaukepada petugas Dinas Peternakan di Muratara untuk segera melakukan tindakan mitigasi supaya penyakit itu tidak menulari hewan ternak lainnya.

Upaya mitigasi tersebut di antaranya seperti memaksimalkan kebersihan kandang, menjaga pakan, pemberian multivitamin dan semacamnya untuk meningkatkan data tahan tubuh ternak.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan diketahui peristiwa matinya kerbau itu berlangsung tiga hari terakhir, setidaknya sudah ada 30 ekor kerbau mati, per Jumat pagi ini.

Puluhan kerbau tersebut merupakan hewan ternak milik beberapa orang warga di Desa Rantau Kedam, Kecamatan Karang Dapo, Muratara. Atas peristiwa itu pemilik peternakan mengalami kerugian mencapai lebih dari Rp30 juta per ekor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.